Paulina Purnomowati Mewakili Indonesia di The Apprentice ONE Championship Edition

Bagi Anda yang memiliki ketertarikan atau tengah bergelut dalam dunia bisnis, mungkin pernah menyaksikan program reality show The Apprentice, sebuah ajang kompetsisi yang juga menjadi titik awal popularitas mantan presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kini, acara televisi tersebut hadir dengan konsep baru, dengan nama The Apprentice ONE Championship Edition dan digelar oleh ONE Championship. Tak hanya mempertarungkan strategi bisnis, para kontestan sekarang juga akan bersaing seni bela diri campuran atau Mixed Martial Arts (MMA), untuk menjadi pemenang. Episode pertama akan tayang di Asia pada tanggal 18 Maret mendatang, dan menampilkan salah satu anak bangsa sebagai pesertanya. 

'The Apprentice ONE Championship Edition' (Photo: Dok.ONE Championship)

Paulina Purnomowati terpilih menjadi salah satu kandidat dalam ajang Internasional The Apprentice ONE Championship mewakili Indonesia untuk bersaing melawan 15 peserta lainnya dari seluruh dunia, mulai dari Filipina, Singapura, Rusia, Amerika Serikat, Thailand, Venezuela, India, Jepang, Jerman, hingga Selandia Baru. Tak main-main, pemenang kontes ini akan mendapatkan tawaran pekerjaan senilai US$250.000, di bawah pimpinan Chairman dan CEO ONE, Chatri Sityodjong

Paulina, perempuan bergelar MBA dalam Bisnis Internasional & Pemasaran dari Northeastern University di Boston, Massachusetts tersebut tentu memiliki pengalaman karir di bidang bisnis. Ia sebelumnya menjabat berbagai posisi kepemimpinan kunci di beberapa perusahaan besar seperti Country Head Indonesia di Global Brands Group Asia, Country Manager di Inditex Indonesia, dan Country Manager Indonesia di Valiram Group. Namun, demi mengikuti kompetisi ini, Paulina rela meninggalkan pekerjaannya sebagai Country Manager. Tentu bukan keputusan yang mudah. Paulina bercerita tentang pengalamannya mengikuti audisi One Championship, mulai dari pengambilan keputusan untuk melepas pekerjaan yang ia jalani saat itu, hingga persiapan menghadapi tantangan dari The Apprentice ONE Championship Edition dalam bincang singkat bersama CLARA. 


"Saatnya kita menceritakan dunia betapa hebatnya orang Indonesia..."
- Paulina Purnomowati,  Kandidat The Apprentice Edisi One Championship
 

'Paulina Purnomowati, Kandidat The Apprentice Edisi ONE Championship dari Indonesia' (Photo: Dok.ONE Championship)

Terpilih menjadi salah satu kandidat The Apprentice ONE Championship Edition mewakili Indonesia, tentu hal yang sangat membanggakan. Boleh diceritakan sedikit bagaimana kisahnya hingga Anda terpilih menjadi kontestan perwakilan dari Indonesia? Apa yang Anda rasakan dan tantangan apa saja yang harus Anda hadapi hingga akhirnya Anda bisa terpilih sebagai kandidat?
Berawal dari teman saya di Singapore menghubungi saya mengenai acara tersebut dan mendorong saya untuk mendaftarkan diri menjadi calon peserta karena dia merasa edisi ini cocok sekali dengan saya yang memiliki latar belakang kemampuan bisnis yang kuat dan juga kemampuan fisik yang sering kali saya buktikan dengan mengikut Triathlon, Marathon, mendaki gunung, dan sebagainya. Akhirnya saya mendaftarkan diri dan tiba-tiba terpilih untuk menjalani interview pertama dengan produser acara. 

Dalam interview tersebut tidak hanya CV yang dilihat, tapi juga digali dalam karakternya, seperti kisah hidup, latar belakang saya sejak kecil, kehidupan saya, value hidup saya, termasuk mengenai keluarga saya. Selesai interview saya diberi tahu bahwa tahap selanjutnya adalah interview dengan Executive Producer, dan terakhir adalah interview dengan Chatri Sitodyong langsung. Tapi selang 2 minggu saya tidak mendengar kabar sama sekali dari mereka dan saya pikir, 'Oh ya sudah lah, nggak lanjut sepertinya', sampai di suatu hari Minggu saya mendapat kabar dari Assistant Producer acara menanyakan ketersediaan saya untuk interview dengan Chatri keesokan harinya. Saya kaget sekali, karena ternyata saya dilihat mampu untuk langsung interview dengan Chatri. Ketika interview dengan Chatri, dia hanya bertanya kenapa saya harus terpilih dan setelah itu, dia menyampaikan bahwa saya terpilih menjadi salah satu dari 16 kandidat yang akan berkompetisi langsung di acara The Apprentice ONE Championship Edition. Sangat terkejut luar biasa, tidak menyangka. 

'Paulina Menceritakan Pengalamannya Mengikuti Audisi The Apprentice ONE Championship' (Photo: Dok.ONE Championship)

Wah, menarik sekali, apa yang menjadi dorongan atau inspirasi Anda untuk mengikuti ajang kompetisi ini? 
Di stage hidup saya saat ini, sering saya refleksi diri dan bertanya pada diri sendiri apa yang saya cari dalam hidup. Apa purpose saya. Dan semakin ke sini saya seperti percaya bahwa saya diberi hidup oleh Tuhan tidak hanya untuk saya sendiri, tapi sebenarnya juga untuk orang lain. Bagaimana kita hidup di dunia dan bisa memberi impact pada orang lain dengan cara apapun, sekecil apapun. Itu yang saya pegang bahkan dalam memimpin perusahaan atau team. Ketika saya tau bahwa saya terpilih, saya sempat berpikir keras apakah saya ambil kesempatan ini karena berarti saya harus melepas pekerjaan saya. Tapi dalam hati saya begitu yakin bahwa ini adalah jalan yang diberikan Tuhan untuk saya, mungkin nantinya untuk juga memberi impact pada orang lebih banyak lagi. Itu yang membuat saya mengambil keputusan fokus mengikuti The Apprentice ONE Championship Edition.

'Paulina Mempersiapkan Fisik dan Mental Untuk Menghadapi Tantangan The Apprentice ONE Championship' (Photo: Dok.ONE Championship)

Anda berhadapan dengan 15 kandidat mancanegara lainnya, apa yang Anda rasakan? Menurut Anda, apa kekuatan atau keunggulan Anda yang menjadi modal untuk dapat bersaing dengan 15 kandidat lainnya? 
Awalnya saya pikir 15 kandidat lain hanya berasal dari seputar Asia saja, tapi ternyata termasuk Amerika Serikat, Rusia, Jerman, Selandia Baru, dan sebagainya. Saya merasa lebih excited karena saya sangat suka tantangan, dan lumayan nekat dalam mengambil resiko. Saya cukup percaya diri karena pengalaman saya bekerja selama lebih dari 15 tahun sudah banyak yang melibatan kolega manca negara dan perusahaan Multinational. Sudah menjadi keseharian saya bekerja sama dengan kolega manca negara. Satu hal yang membuat saya lebih kawatir adalah di bidang tantangan fisiknya. Walau saya tau saya sangat fit dan tergolong kuat, flexible, gesit, dan punya endurance yang baik di level umur saya, tapi kandidat lain range umurnya adalah 23-44 tahun. Atlit berumur 40an dengan atlit berumur 20an pasti beda kemampuan fisiknya. Umur tidak bohong. Itu yang membuat saya agak khawatir. Apalagi saya sama sekali tidak tahu tantangan fisik seperti apa yang akan dihadapi. Tapi saya yakin untuk kemapuan bisnis saya cukup percaya diri dan maturity saya dalam menghadapi masalah dan memimpin team, juga problem solving sudah banyak teruji, ini adalah modal utama saya.

Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi sebagai salah satu kandidat The Apprentice ONE Championship Edition?  
Tantangan terbesar adalah kekuatan mental. Dalam menghadapi tantangan-tantangan bisnis dan juga fisik, ditambah jam shooting yang panjang dan tanpa henti, hampir setiap hari saya tidur lebih dari jam 12 malam, dan harus sudah bangun jam 5 pagi. Belum lagi kita semua dalam keadaan penuh tekanan karena semua berkompetisi satu sama lain, dan menjaga emosi satu sama lain semakin susah. Karena shooting dilakukan saat pandemi, semua kontestan tidak boleh keluar dari area produksi dan tempat tinggal selama masih shooting. Ini membuat mental semakin tertekan. Menjaga kekuatan mental dan ketenangan hati adalah kunci utama, dan tantangan utama.

'Kedua Orang tua Paulina adalah sosok yang menginspirasi dirinya' (Photo: Dok.ONE Championship)

Lalu, apa saja persiapan Anda untuk menghadapi tantangan-tantangan dari The Apprentice ONE Championship Edition? 
Saya banyak kembali belajar mengenai dunia bisnis di hari-hari sekarang, terutama dunia sudah semakin digital. Saya berusaha mempersiapkan diri untuk mengerti lebih banyak inovasi-inovasi yang ada di seputar dunia bisnis saat ini. Saya juga mempersiapkan diri untuk selalu open-mind. Saya tahu bekerja dalam tekanan tinggi dengan orang-orang yang berbeda latar belakang, berbeda umur, berbeda budaya, dan belum pernah kenal sebelumnya, adalah tantang yang utama. Untuk fisik, saya berusaha untuk meningkatkan endurance dan strength saya. Saya berusaha lari pagi sebelum bekerja 3-5K setiap hari.

Apa yang Anda lakukan untuk memotivasi dan meyakinkan diri Anda hingga akhirnya Anda bisa mencapai titik ini? Siapa mentor atau tokoh yang menginspirasi Anda?
Begitu banyak kisah hidup yang saya lewati yang membuat saya seperti saya hari ini. Menjadi pribadi yang kuat, berani, tapi juga bijaksana. Sosok almarhum ayah saya dan almarhum ibu saya, adalah dua sosok yang sangat kuat membentuk saya menjadi saya sekarang. Perjuangan hidup mereka dalam cara mereka, merupakan inspirasi saya yang paling kuat.

'Bagi Paulina Bahasa Bukan Penghalang Untuk Berprestasi di Kancah Internasional' (Photo: Dok.ONE Championship)

Apa harapan Anda dengan mengikuti ajang kompetisi The Apprentice ONE Championship Edition?
Harapan saya dengan ikut The Apprentice ONE Championship Edition saya bisa memberi impact ke lebih banyak orang kecil maupun besar. Caranya apa, saya tidak tahu sekarang, tapi saya yakin ini jalan saya untuk itu. Saya juga berharap dengan saya bisa masuk terpilih mewakili Indonesia di pertarungan sedunia ini bisa menginspirasi banyak warga Indonesia untuk unjuk gigi di dunia international. Saya sangat bangga dan takjub akan kecerdasan orang Indonesia. Banyak sekali cerita-cerita inspiratif dari Indonesia. Saatnya kita menceritakan dunia betapa hebatnya orang Indonesia.

Sebagai penutup, apa tips atau pesan Anda bagi kaum muda Indonesia yang ingin mengikuti jejak Anda?
Tips atau pesan bagi kaum muda Indonesia yang mau mengikuti jejak saya: Percaya diri, selalu berpegang teguh akan value hidup kita, dan berani untuk bersikap jika ada kesempatan datang. Kita tidak akan pernah menyesali langkah kita, kalau kita selalu menjalaninya sesuai dengan value hidup yang kita pegang. Jangan pernah merasa Indonesia kurang dari negara barat. Bahasa bukan penghalang. Kemauan, tekad, keberanian, kemampuan untuk maju jauh lebih kuat dibanding kemampuan bahasa untuk bisa maju ke ajang international.

 

The Apprentice ONE Championship Edition tayang perdana tanggal 18 Maret 2021, dan dapat Anda saksikan di AXN.