Seni Pengganti Senyuman

Beastie Vanity

Kenyataan pahit bahwa pandemi telah meluluhlantakan berbagai industri, memang sudah tak dapat dipungkiri. Terlebih lagi industri fashion di negeri ini yang membuat para pelakunya harus terdiam sejenak dan memutar otak untuk perlahan kembali berdiri tegak. Salah satunya desainer muda Adith Hendart yang beberapa waktu lalu telah menyusun strategi dan beradaptasi dengan keadaan.

Photo: Tjhan Reno /Make Up: Richard Theo /Hair: Hairhairan by Ambenji /Models: the.a.models (Dinda, Mich, Ofar, Jerome, Judith) /Location: The Mayflower Marriot Jakarta - Executive Apartment

 

Berkat kerinduannya terhadap aktivitas manusia yang sesungguhnya, yakni manusia sebagai makhluk sosial yang selalu membutuhkan interaksi antara sesama. Ia pun mulai menciptakan masker yang merupakan hasil gubahan dari Tenun Sumba (NTT) dan Songket motif agung dari daerah Klungkung Bali. Diawali dengan memperkenalkan koleksi masker tersebut kehadapan para Duta Besar Belarus, Jordan, Mozambique dan Portugal, yang menuai banyak tanggapan positif. Tanpa berpikir lebih panjang ia pun mulai memproduksi masker tersebut dengan harapan, melalui karyanya ini masyarakat Indonesia dapat meningkatkan kepedulian menggunakan masker, sekaligus turut berkontribusi dalam membantu perekonomian lokal.

Photo: Tjahn Reno /Make up: Richard Theo /Hair do: Hairhairan by Ambenji /Models: Reza Bustami, Kesya Moedjenan & the.a.models (Dinda, Mich, Ofar, Jerome, Judith) /Location: The Mayflower Marriot Jakarta - Executive Apartment.

Selain sebagai perwujudan sikap ‘respect’ dalam situasi normal baru, masker tenun dan songket ini pun didaulat ramah lingkungan, hal ini terbukti dalam proses produksinya masih menggunakan pewarna alami. Diciptakan dalam berbagai ragam variasi desain, masker unik yang diperuntukan bagi pria dan wanita ini nantinya dapat diperoleh melalui online dan juga offline, yang mengisi area Galeries Lafayette – Pacific Place Jakarta.

 

Kendati sebuah senyuman hangat kini harus tertutup balutan kain, namun sebuah masker berbalut seni ini, hendaknya dapat menggantikan arti senyum hangat yang sesungguhnya.