Gajah Gallery Presents “TWENTYFIVE”: Rayakan Seni Rupa Indonesia

Tidak ada waktu yang lebih tepat untuk membangkitkan kembali rasa cinta kita pada Tanah Air selain di bulan Kemerdekaan, bukan begitu?

Fika Ria Santika, TUMPUK LAPIS TAMPAK ISI _ RONA 12 (LAYERS THAT REVEAL MATTER_ HUE 12), 2021, Resin, Oil, Acrylic, Neon Lights, and Wood Stainless, Matte Finish, Dimension Variable

Semangat bulan kemerdekaan pun dirasakan oleh Gajah Gallery, sebuah galeri seni yang berlokasi di Keloran, Yogyakarta. Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-25, Gajah Galery menyelenggarakan pameran bertajuk TWENTYFIVE Yogyakarta, yang dilaksanakan mulai dari tanggal 7 Agustus 2021 hingga 7 September 2021. Pergelaran pameran ini juga dilaksanakan untuk turut merayakan sejarah panjang relasi Gajah Galery dan seni rupa Indonesia.

Berawal dari tahun 2012, Gajah Gallery yang pertama kalinya hadir di Singapura, melihat adanya kebutuhan dan peluang penting untuk mendirikan rumah produksi seni di Yogyakarta. Kini, rumah produksi tersebut telah berkembang pesat. Yogya Art Lab (YAL) didirikan oleh Direktur Gajah Galler, Jasdeeph Sandu bersama seniman kontemporer Yunizer.

Ibrahim, DI KEDALAMAN (IN THE DEEP), 2021, Acrylic, Pastel, and Pencil on Canvas, 190 x 208 cm

Ruang pamer YAL kini telah menjadi pusat pertukaran antara seniman lokal dan internasional dengan karya-karya yang mendobrak zaman. Sejak saat itu, ruang pamer YAL telah menjadi tuan rumah beberapa pameran internasional seperti SUPER/NATURAL (2017), Diiverting Politics of Re(Presentation) (2019), serta retrospektif-retrospektif seniman besar Indonesia seperti Semsar Siahaan dan I Gak Murniasih.

Adapun beberapa seniman yang akan turut berkontribusi dalam acara ini yaitu Pupuk Daru Purnomo, Yusra Martunus, Yunizar, Uji “Hahan” Handoko Eko Saputro, Ugo Untoro, Semsar Siahaan,  Rosit Mulyadi, Rudi Mantofani, Jumaldi Alfi, I Made Djirna, Ibrahim, I Gusti Ayu Kadek Murniasih, Fika Ria Santika, Erizal As, dan Dini Nur Aghnia.

Ibrahim, DI KEDALAMAN (IN THE DEEP), 2021, Acrylic, Pastel, and Pencil on Canvas, 190 x 208 cm

Di kesempatan ini juga, sebagai bentuk dukungan Gajah Gallery terhadap dunia seni Yogyakarta dan Indonesia, meluncurkan tiga publikasi besar yang melibatkan tokoh-tokoh penting dalam seni rupa kontemporer Indonesia.

Tiga publikasi tersebut berupa monografi seniman Yunizar dengan kontribusi tulisan dari T.K. Sabapathy, Ahmad Mashadi, Aminudin Siregar, dan Katherine Bruhn. Lalu juga ada publikasi komprehensif yang membahas I Gak Murniasih dengan mengikutsertakan tulisan Wulan Dirigantoro, dan Astri Wright. Publikasi ketiga yang disertakan ialah publikasi riset Santiniketan, yang menempatkan seniman Indonesia dalam konteks luas pan-Asia.

Dini Nur Aghnia, REMBANG PETANG (AFTERNOON’S ZENITH), 2021, Clay on Canvas, 120 x 240 cm

Sebelumnya, Gajah Gallery juga telah sukses menyelenggarakan ulang tahunnya yang ke-25 yang diselenggarakan di Gajah Gallery Singapura.

Pameran TWENTYFIVE terbuka untuk umum dengan sistem RSVP dan prokes yang telah dientukan.