Mengenal Gebyok Lebih dari Sekadar Partisi

Perabot kayu yang sarat akan ukiran ini, memiliki makna yang lebih dari sekadar penyangga rumah. Buku bertajuk “Gebyok, Ikon Rumah Jawa” dapat memberikan jawabannya.

Saya mengaku bahwa saya adalah sosok yang nasionalis. Saya cinta Indonesia. Saya bangga dengan bangsa dan negara ini. Namun, tampak mengada-ngada jika pada nyatanya saya kerap mengabaikan kebudayaan yang sudah dibangun berabad-abad lamanya. Sungguh, apa yang dimiliki oleh Tanah Air ini jauh lebih kompleks dari apa yang selama ini saya bayangkan. Selalu ada hal baru yang saya temukan dan mampu membuat saya kembali terkesima. 

Mungkin sebagian besar dari kita sudah terbiasa dengan pelajaran mengenai rumah adat bahkan sejak di bangku sekolah dasar. Indonesia yang terdiri atas pulau-pulau memiliki ratusan suku bangsa yang menghasilkan beragam kebudayaan yang berbeda. Seiring bertambah dewasa, pengetahuan tersebut seolah sirna. Hanya sekadar mengetahui, tanpa benar-benar memahami. Rumah adat yang telah ada tidak selayaknya dianggap sebagai sesuatu yang kuno. Dan, kembali lagi, saya pun terkesima ketika melihat gebyok yang dikenal sebagai ikon Rumah Jawa ini.

Meskipun cenderung minimalis, saya suka dengan detail yang ditawarkan oleh ukiran khas Jawa. Goresan dan pahatan pada kayu tersebut seolah berbicara jauh lebih dalam dari sekadar nilai estetika semata. Dan, memang demikian. Ada nilai sejarah bahkan spiritual yang ditawarkan. Gebyok merupakan kumpulan cerita dari perjalanan kebudayaan, agama, dan kearifan lokal milik Indonesia sejak tahun 1500-an di Kudus. Gebyok yang juga diketahui sebagai partisi ini merupakan bagian dari Rumah Adat Kudus. Namun, sudah jelas jika gebyok tidak dapat digambarkan hanya sebagai partisi biasa. 

Launching  "Gebyok, Ikon Rumah Jawa"

Seiring dengan perkembangan zaman, gebyok kini menjadi sesuatu yang dapat ditemukan dalam beberapa bagian rumah lain, mulai dari yang sifatnya fungsional seperti pintu atau sekadar pemanis. Bahkan, gebyok menjadi salah satu elemen penghias yang kerap Anda lihat di sebuah pelaminan. Begitu banyak upaya yang diusahakan untuk melestarikan kebudayaan. Seperti dengan diluncurkannya buku bertajuk "Gebyok, Ikon Rumah Jawa" yang ditulis oleh Triatmo Doriyanto, Eunike Prasasti dan Suhartono untuk menceritakan lebih lanjut mengenai gebyok dan perkembangannya hingga saat ini. Terdengar sederhana, namun sungguh tidak. Terderngar begitu akademik, namun mungkin justru menjadi rekreasional bagi mereka yang menghargainya.