In Love at Home #0

Being at home 24/7 may not be comfortable for some people. But, this chance won’t come twice. You can actually save the world by simply being at home now.

Hari tetap berjalan dan bahkan saya sendiri sudah tidak menghitung seberapa lama saya telah berdiam diri di rumah. Bosan. Berinteraksi dengan orang – orang yang sama, keseharian yang sangat monoton, serta ditemani iblis bernama rasa malas yang menuntut saya untuk terus rebahan meskipun judulnya Work-from-Home. Jika Anda juga seperti saya, bertahanlah. Sebosan apapun Anda, karena yang bisa kita lakukan masih tergolong mudah dibandingkan dengan mereka yang berhadapan langsung dengan pandemi yang sedang terjadi. 

 

Kita harus paham dengan peran kita masing - masing pada saat ini.  Para dokter dan perawat yang sedang berjuang, para kurir pengantar yang mengambil risiko, serta seberapa besar pengorbanan para petani dan perjuangan para pahlawan yang masih berada di luar sana, agar kita bisa melihat mentari pagi sekali lagi. Dan untuk kita sendiri, yang masih beruntung tinggal di rumah saja bisa menjadi suatu pilihan, pilihlah itu. Mungkin terdengar remeh, tapi ingatlah ini. Sebutir gula tidak akan bisa membuat teh menjadi manis, tapi dua sendok gula bisa. Jika saya dan Anda memilih untuk berdiam diri di rumah, inilah pilihan terbaik untuk sekarang. We all live under the same sky anyways. 

 

Akan tetapi jangan kecewa dulu. Berdiam diri di rumah tidak akan sesuram yang Anda bayangkan, tentu jika diisi dengan kegiatan bermanfaat. Apalagi kegiatan itu bisa bermanfaat untuk orang di sekitar kita. Untuk sekarang silahkan duduk dulu dan bersantai membaca tulisan ini, karena setelahnya akan ada sebuah series yang dibuat untuk menjadi panduan agar stay at home bisa menjadi lebih berwarna. This is In Love at Home, enjoy.