The Least I Can Do to Save the Planet! And, Maybe You Should Try Them Too!

Awal tahun baru dibuka dengan sesuatu yang sungguh tak disangka. Mungkin terbiasa dengan cuaca panas dengan sinar matahari yang terik, saya hampir lupa dengan yang namanya banjir. Mungkin juga karena tidak pernah menjadi korbannya (amit-amit, ketuk meja). Namun, sebagai satu dari lebih sepuluh juta manusia di Jakarta, saya merasa memiliki andil dalam hal ini. Meskipun tidak pernah buang sampah sembarangan, sampah plastik yang tidak terurai itu mungkin saja mengambang di kali atau menimbun area resapan air sehingga mengakibatkan genangan.

Tidak berhenti di sana, bagaimana dengan kebakaran hutan yang melanda Australia? Meskipun tidak pernah mengunjungi negara bagian tersebut, namun secara sadar maupun tak sadar, kebiasaan saya memang berdampak buruk pada iklim. Hal sederhana. Lupa mematikan pendingin ruangan, menggunakan listrik secara tidak bijaksana, lebih memilih kendaraan pribadi, dan sebagainya. Saya tidak menghakimi siapapun, dari tadi saya menggunakan kata "saya", kan? But, I know, this might slap you a little bit. At least, I hope so.

Saya tidak membuat resolusi apa-apa memulai tahun yang baru ini. Terlalu klise menurut saya. Namun, dua kejadian di atas berhasil mengubah pikiran saya tentang seberapa pentingnya bertanggung jawab terhadap lingkungan. So, I guess this is 2020 resolution. Yes, to save the planet. 

Using only eco-friendly personal care products

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Sensatia Botanicals (@sensatiabotanicals) on

Saya sungguh frustasi melihat botol sabun, shampoo, pasta gigi dan kebutuhan perawatan kulit lainnya yang tertimbun. Namanya juga perempuan, hal seperti ini tidak bisa dikorbankan. Namun bersyukur, beberapa label sungguh menaruh fokus dalam menjaga bumi. Dan, di sisi lain mereka pun tidak berkompromi dengan kualitas produk yang ditawarkan. Meeting Sensatia Botanicals is truly a blessing. Saya bahkan sudah mengumpulkan lebih dari sepuluh botol bekas yang dapat dikembalikan langsung ke toko dan berganti poin. Double strike! And, I do know that personal care products are a lot (What about the menstrual cup?). But, this might be a good start.

Bringing my own shopping bag

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Sejauh Mata Memandang (@sejauh_mata_memandang) on

Sebenarnya untuk yang satu ini sudah saya mulai sejak lama. Sayangnya, belum konsisten, terkadang masih suka kelupaan. So, let me put this on my new year's resolution. Mungkin desain yang tidak membosankan dan unik akan mengingatkan saya untuk terus membawanya. Seperti yang ditawarkan oleh Sejauh Mata Memandang dengan menggunakan sisa kain hasil produksi ini. Ya, kain yang sama dengan produk favorit Anda dari label ini mungkin. Ramah lingkungan dan indah dipandang mata, bukan?

Believing that paper cups are no better

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by M A N A K A L A (@manakalaliving) on

Sebagai pecinta kopi, saya kerap kali meminta untuk menggunakan paper cup sekalipun sedang dine-in. Selain berjaga-jaga jika harus pergi mendadak, kemasan dengan desain yang menarik selalu berhasil menarik perhatian saya. Namun, nampaknya saya harus menyudahi kebiasaan tersebut. Pada akhirnya juga akan berujung di tempat sampah. Digunakan kembali pun hanya bisa untuk menaruh pena di meja kerja. So, reusable cup it is!  And, obviously the good looking one from Manakala Living.

Starting to use non-plastic products in the kitchen

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Yuk Kurangin Sampah Plastik (@demibumi.id) on

Yes, starting. Because, I know that this will be hard. Mungkin akan lebih mudah ketika saya sudah berkeluarga dan memiliki rumah sendiri. Namun, jika masih bergantung pada keluarga dan berada di dalam satu rumah yang sama dengan anggota keluarga lain yang belum terlalu sadar mengenai hal ini, rasanya agak sulit. But, yes, I am trying!  Satu area rumah yang memiliki begitu banyak plastik di dalamnya adalah dapur. Membungkus ini itu masih saja dengan plastik. Serius, ada cara lain yang ramah lingkungan seperti beeswax foodwrap dan silicone ziplock foodwrap dari Demi Bumi ini misalnya.

Selain dari hal ini, ada begitu banyak hal lain yang dapat dilakukan untuk berkontribusi terhadap kelangsungan bumi. Misalnya dengan membuat ecobrick dan mengirimnya kepada bank sampah. Atau, mengurangi pembelian pakaian yang memang tidak benar-benar diperlukan. Oh, dan kurangi jajanan yang memiliki kemasan plastik! Some of you might still put that "losing weight" on the resolution list, right?