Instalasi Laut Menggambarkan Mirisnya Keadaan Bawah Laut Indonesia

Beastie Vanity

Indonesia merupakan negara yang terkenal akan kecantikan alamnya. Tapi tahukah Anda bahwa ternyata selama ini Indonesia termasuk ke dalam 5 negara dengan penyumbang sampah plastik terbanyak di dunia? Hal Ini bukanlah fakta yang tidak dilengkapi dengan data, di mana sebanyak 3.200.000 ton sampah plastik setiap tahunnya dibuang dan berujung ke laut Indonesia. Indonesia itu negeri yang indah, namun keindahan alam laut mulai terganggu, tegas Chitra Subyakto selaku Founder & Creative Director Sejauh Mata Memandang (SMM).

 (Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang)

 

Bertepatan dengan Hari Bumi yang jatuh pada tanggal akhir April lalu, Sejauh Mata Memandang (SMM) meluncurkan koleksi baru bernama Laut Kita. Koleksi dan kampanye Laut Kita bermula dari kegelisahan akan permasalahan lingkungan di Indonesia, terutama masalah sampah plastik sekali pakai. Melalui kampanye Laut Kita, SMM mencoba mengedukasi dengan memberi pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang berujung di muara laut dan tidak dapat terurai selama puluhan hingga ratusan tahun.

 (Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang)

 

Koleksi Laut Kita melambangkan sebuah doa dan aksi langkah nyata untuk berterimakasih kepada bumi. Terdapat keindahan motif bunga dasar laut dengan motif ombak di tepian samudera dengan penggunaan warna-warna alam seperti indingo, pastel pink, merah, dan putih yang menggunakan teknik batik tulis dan cetak saring tangan karya pengrajin lokal. Dalam pameran dan instalasi Laut Kami ini terdiri dari beberapa area instalasi di mana masing-masing area memiliki konsep, cerita, dan filosofi yang berbeda-beda.

 (Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang)

 

Terdapat area yang membahas mengenai keindahan alam Indonesia, di mana Sejauh Mata Memandang dan Felix Tjahyadi menampilkan kumpulan foto-foto, video dokumentasi, dan narasi keindahan Indonesia karya dari kolaborator Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Jay Subyakto, dan Jez O’Hare. Ada pula yang memiliki konsep mengenai Polusi Plastik di Indonesia yang ditampilkan melalui fakta dan data dalam bentuk infografik yang atraktif tentang penggunaan jumlah plastik sekali pakai yang tanpa sadar merusak keadaan lingkungan dan makhluk hidup sekitar laut Indonesia. Instalasi infografik ini dilatarbelakangi narasi suara oleh  penyanyi ternama, Tulus.

 (Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang)

 

Terdapat Instalasi Bawah Laut yang menampilkan menggambarkan dampak dan kondisi bawah laut jika penggunaan plastik sekali pakai terus bertambah di masa depan. Dengan penggunaan bahan-bahan bekas seperti botol plastik bekas sebagai properti, sukses menggambarkan keadaan bawah laut yang sesungguhnya cukup miris terutama bagi hewan-hewan dan biota yang hidup di bawah laut. Kemudian, Ruang Ajakan yang merupakan karya Davy Linggar Bersama beberapa pekerja seni dan aktivis yang menampilkan sebuah proyeksi video mengenai ajakan dan solusi untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Di sini pengunjung dapat teredukasi dan mengkoreksi diri mengenai penggunaan plastik yang tanpa sadar digunakan dalam keseharian entah itu kantong plastik, ataupun kemasan makanan plastik lainnya. Terakhir, terdapat Ruang Janji di mana terdapat pledge wall sehingga setiap pengunjung dapat menuliskan janji mereka untuk menyelamatkan bumi dimulai dari hal yang sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik ke depannya. 

 (Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang)

Selain menampilkan instalasi desain, Laut Kami juga menjual beragam produk Sejauh Mata Memandang seperti koleksi SMM musim kemarau 2019 dan berbagai produk ramah lingkungan. Setiap pembeli produk Sejauh Mata Memandang juga akan mendapatkan 1 paket sedotan bambu beserta dengan pembersihnya.

 (Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang)

Melalui pameran dan instalasi ini, saya yakin setiap pengunjung akan lebih menyadari keadaan bumi yang sudah tua dan mulai merusak akibat ulah manusia itu sendiri. Sehingga dapat lebih mengkoreksi diri dan turut berpartisipasi dalam pembentukan masa depan bumi yang lebih baik untuk generasi mendatang. Ayo mulai membenahi bumi dengan cara yang sederhana, mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai! Upaya Anda sekecil apapun dapat membuat perubahan yang besar terhadap masa depan bumi ini, lho! 

 

Sejauh Mata Memandang bekerja sama dengan Felix Tjahyadi selaku konseptor pameran dan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) untuk mengajak masyarakat lebih bijak dan mengurangi penggunaan kantong plastik melalui kampanye Laut Kita yang terdapat di Pameran dan Instalasi yang akan berlangsung hingga 16 Juni 2019 di Plaza Indonesia, Level 2 North. Sampai jumpa!