Bagaimanakah jadinya jika produk Louis Vuitton didominasi oleh warna-warna yang cerah dan mencolok? Terlepas dari palet warna muted yang menjadi ciri khas dari Louis Vuitton, brand tersebut memang menjadi salah satu brand yang kerap menggandeng nama-nama besar dalam dunia seni kontemporer seperti Takashi Murakami dan Yayoi Kusama. Kini Louis Vuitton kembali berkolaborasi di bidang tekstil dengan seniman kontemporer asal Los Angeles, Alex Israel. Namun, ini bukanlah kolaborasi pertama antara Alex Israel dengan brand asal Perancis tersebut. Ia sebelumnya pernah berkolaborasi dengan Louis Vuitton dalam koleksi tas Artycapucines yang dirilis bulan Juni yang lalu dan juga dalam mendesain packaging beberapa rangkaian parfum dari Louis Vuitton yang berjudul ‘The Cologne Perfumes’.

 

(Foto: Dok. Louis Vuitton)

 

Dalam koleksi terbaru ini, Alex Israel mengekspresikan kreativitasnya ke dalam delapan varian tekstil yang hadir dalam bentuk syal, selendang, selimut dan bandana. Palet warna cerah yang mendominasi koleksi ini menurut saya sangatlah unik dan eye-catching! Louis Vuitton mengaplikasikan karya seni milik Alex Israel yang berjudul New Waveyang juga ditampilakan dalam koleksi tas Artycapucines–ke dalam rangkaian syal yang dibuat dengan teknik rajut yang inovatif. Uniknya lagi, setiap bagian dari permukaan syal tersebut diberi lapisan isi sehingga menghasilkan tekstur permukaan yang menggembung. Sedangkan pada desain bagian belakang dipenuhi dengan monogram ikonik dari rumah mode tersebut Koleksi kolaborasi ini hadir dalam empat kombinasi warna dan tiga ukuran yang berbeda, yaitu classic, giant dan jumbo. Untuk ukuran yang jumbo dapat digunakan sebagai selimut juga!

 

(Foto: Dok. Louis Vuitton)

 

Karya lainnya dari Alex Israel yang berjudul “Sky Backdrop” juga ditampilkan dalam rangkaian selendang dalam koleksi terbaru ini. Dibuat dari kombinasi sutra dan kasmir, selendang tersebut hadir dalam dua pilihan warna, yaitu biru keunguan dan merah jingga. Kedua warna ini terinspirasi oleh keindahan langit kota Los Angeles.

 

(Foto: Dok. Louis Vuitton)

 

Produk terakhir dari kolaborasi ini adalah bandana dengan corak yang sama di kedua sisinya. Corak bandana tersebut diadaptasi dari karya patung perunggu milik Alex Israel berjudul Desperado, dibuat pada tahun 2015 yang lalu. Coraknya menampilkan sebuah lukisan gurun pasir yang dilengkapi dengan pohon kaktus dan beberapa mobil berwarna pastel. Desain yang nyentrik dan mencolok tersebut mengingatkan saya akan lukisan pop art tahun 1950-an. Bandana ini juga merupakan produk kesukaan saya dari koleksi tersebut!

 

(Foto: Dok. Louis Vuitton)

 

Selain itu, Louis Vuitton juga menggandeng supermodel Karlie Kloss untuk tampil dalam foto kampanye dari koleksi terbaru ini. Dalam kampanye tersebut, Karlie yang juga merupakan teman baik dari Alex Israel, berpose dalam balutan tekstil warna warni yang memberikan efek eye-catching.

 

Corak warna yang cerah dan ilustrasi visual yang unik serta ringan membuat brand Louis Vuitton menjadi lebih fresh dan memberikan kesan yang playful. Jelas sekali, brand tersebut memiliki strategi untuk menarik perhatian konsumen dari generasi yang lebih muda. Bagaimana menurut Anda? Apakah strategi yang dilakukan oleh Louis Vuitton ini berhasil?