Belum lama ini, film bertemakan monster raksasa yang sudah dikenal oleh banyak orang asal Jepang, "Godzilla: King of the Monsters" tayang di bioskop, termasuk di Indonesia. Film ini mengisahkan pertarungan para Titan dalam memperebutkan tahta tertinggi di antara para monster lainnya. Di tempat teratas sebelumnya diduduki oleh Godzilla. Namun pada film ini, muncul monster lainnya, Ghidorah, yang mengancam posisi alfa.

Monster dengan bentuk meyerupai kadal raksasa yang bisa menyemburkan “sinar api” biru ini bukan merupakan karakter baru yang lahir kemarin. Raja monster ini sudah diciptakan sejak era Showa oleh Studio Toho. Pencipta Godzilla, Eiji Tsuburaya mengatakan bahwa asal kata Gojira berasal dari penggabungan kata Gorilla (dari Bahasa Inggris) dan Kujira (dari Bahasa Jepang) yang berarti Paus. Pada awalnya, konsep Godzilla bukan seperti yang kita kenal sekarang ini, melainkan lebih ke bentuk menyerupai raksasa cumi-cumi. Namun produser Tomoyuki Tanaka kemudian memintanya mengubah konsepnya menjadi seperti T-rex.

Sekuel lanjutan dari film tahun 2014 ini masih membayarkan rasa rindu para penonton monster raksasa dengan menampilkan pertarungan di layar lebar. Terlebih lagi, kali ini monster yang hadir tidak hanya satu atau dua saja. Kita diperkenalkan ke dalam dunia para Titan yang bentuknya beragam. Mulai dari Mothra, Ghidorah, Rodan, dan masih banyak yang lainnya.

Pertarungan maha megah dan tentunya destruktif dibuka dengan kemunculan para monster yang dramatis dengan lagu-lagu yang tepat untuk membangun mood menonton. Para penonton dibuat enggan beranjak dari kursinya ketika para monster ini bertarung di tengah kota, memperebutkan kekuasaan.

Tapi konflik yang terjadi antara para monster ini ternyata tidak sesederhana itu, karena adanya campur tangan manusia. Melalui film ini kita juga diperlihatkan konflik yang harus dihadapi oleh manusia dalam menghadapi kebangkitan para monster. Ken Watanabe, Kyle Chandler, Vera Farmiga, dan Millie Bobby Brown hadir dengan akting yang memukau. Walaupun konflik yang terjadi di antara para manusia memang agak terasa lambat, tapi masih bisa untuk dinikmati. Porsi kemunculan antara monster dan manusia ini pun dibilang cukup seimbang dan tidak saling mengalahkan satu dan lainnya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by by mills ? (@milliebobbybrown) on