Where We Spent Our Intimate Christmas Dinner: Oma Elly

Setelah mencicipi Season 1 yang menggugah hati dan selera, meet the Season 2: Christmas that is worth the patience and price.

Haute Culture

Masih ingat kisah restoran pop-up nan private di Jalan Sultan Agung? Setelah atasan saya menulis artikel mengenai pengalaman tak terlupakannya di Oma Elly, saya pun dalam hati menduga-duga, seperti apa rasanya masakan Italia yang kerap dibincangkannya di kantor. Hingga akhirnya liburan Natal kemarin, Oma Elly mengeluarkan menu terbarunya untuk Season 2: Christmas, beserta undangan untuk media yang akhirnya, menghampiri saya.

 

Masih di tempat yang sama, dapur yang disulap menjadi tempat menyantap makanan, namun kali ini dihias hangat menyambut Natal. Kesederhanaan dalam dekorasi khas Oma Elly memberi sentuhan tersendiri, bagaimana barang-barang yang seharusnya mencapai masa tuanya dipakai ulang menjadi barang baru. Dedaunan yang turun dari kaleng berisi lampu tepat di atas tempat duduk saya, buah pinus yang tersebar di meja, juga lilin yang membuat suasana santap malam di Oma Elly semakin hangat. Dengan dekorasi itu ditambah alunan lagu berbahasa Italia, saya bisa membayangkan indahnya menyantap makan malam yang intim bersama orang terkasih di dapur ini. Malam itu ada enam menu yang dihidangkan, dan saya tidak sabar membiarkan lidah saya terkejut dengan kecapan rasa.

 

Caprese

Vine ripe tomato, formaggino gelato, basil

Caprese (Foto: Raphaela Natasha)

 

Oxtail

Polenta, mushroom ragu, morels

Oxtail (Foto: Raphaela Natasha)

 

Ricci di mare

Hand made spaghetti, sea urchin

Ricci di mare (Foto: Raphaela Natasha)

 

Parmigiana

Cured wagyu corned beef, burrata, truffle

Parmigiana (Foto: Raphaela Natasha)

Katsu sando

Wagyu tenderloin, shonkupan

Katsu Sando (Foto: Raphaela Natasha)

 

Olive oil

Olive oil rosemary cake, olive oil gelato

Olive Oil (Foto: Raphaela Natasha)

 

Tiramisu

Tiramisu (Foto: Raphaela Natasha)