Fashion tidak hanya berbicara tentang estetika dan ekspresi kreatif, tetapi juga tentang bagaimana sebuah karya dapat membawa dampak nyata bagi sesama. Semangat ini diwujudkan oleh Indonesian Fashion Designer Council (IFDC) melalui DRAFT IFDC Pop-Up Store Installation, sebuah inisiatif yang menggabungkan kreativitas desainer dengan aksi sosial untuk mendukung masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Berlangsung pada 2–30 September 2026 di Lower Ground, Senayan City, program ini menghadirkan kampanye Shop with Impact yang berhasil menggalang donasi sebesar Rp208.752.900. Dana tersebut disalurkan melalui YCAB Foundation untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana. Pencapaian ini menjadi pengingat bahwa fashion dapat menjadi medium kolaborasi yang melampaui industri kreatif, sekaligus membuka ruang bagi publik untuk mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan.
Satu Kemeja Putih, 22 Interpretasi Kreatif
Menghadirkan karya dari 22 desainer IFDC, DRAFT IFDC Pop-Up Store Installation mengangkat kemeja putih sebagai titik awal eksplorasi desain. Dengan dukungan material dari Cotton USA, setiap desainer menerjemahkan busana klasik ini melalui perspektif dan karakter masing-masing. Permainan siluet, konstruksi, hingga detail menjadi elemen yang memberikan identitas berbeda pada setiap karya, membuktikan bahwa satu bentuk sederhana dapat melahirkan interpretasi yang beragam.
Karya-karya tersebut kemudian ditawarkan kepada publik melalui pop-up store, dengan hasil penjualannya dialokasikan sebagai donasi. Melalui Shop with Impact, pengalaman berbelanja tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas para desainer, tetapi juga kesempatan untuk berkontribusi secara langsung. Setiap pembelian membawa nilai lebih, menghubungkan karya yang diciptakan dengan dukungan bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa pemulihan.
Kolaborasi yang Melampaui Estetika
Komitmen ini berlanjut melalui penyerahan donasi secara resmi pada 20 Oktober 2026 di MeraDelima Restaurant, Jakarta, dalam sebuah pertemuan bersama awak media. Acara tersebut dihadiri oleh Founder & CEO YCAB Foundation, Veronica Colondam, serta perwakilan IFDC, Sjamsidar Isa, Sebastian Gunawan, Liliana Lim, dan Wilsen Willim. Momen ini menandai kelanjutan dari inisiatif yang mempertemukan kreativitas, kolaborasi, dan kepedulian dalam satu gerakan bersama.
Setiap mitra memiliki peran dalam mewujudkan dampak tersebut. Cotton USA mendukung material yang digunakan dalam karya-karya desainer, Senayan City menjadi ruang bagi kreasi tersebut untuk bertemu dengan publik, sementara YCAB Foundation berperan sebagai mitra penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di NTT. Sinergi ini memperlihatkan bagaimana ekosistem fashion dapat mengambil bagian dalam isu sosial melalui kontribusi yang konkret.
Melalui DRAFT IFDC Pop-Up Store Installation, IFDC menunjukkan bahwa nilai sebuah karya tidak berhenti ketika ia selesai dirancang atau dikenakan. Ketika kreativitas bertemu dengan kepedulian dan tujuan bersama, fashion dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar. Sebab, pada akhirnya, dampak terpenting dari sebuah karya bukan hanya bagaimana ia terlihat, tetapi juga bagaimana ia dapat memberikan arti bagi kehidupan orang lain.
Foto: Dok. Spesial Indonesian Fashion Designer Council