These Exhibitions Will Challenge You Physically and Emotionally

Museum MACAN tiada henti memberikan para pengunjungnya untuk melihat dan merasakan seni kontemporer dengan kemasan yang berbeda. Tidak hanya berbeda dari segi artistik, namun saya pribadi merasa bahwa setiap kali mengunjungi tempat ini, selalu membawa saya kepada paradigma dan level baru terhadap seni.

Jika satu saja terasa begitu bagus, bagaimana jika menampilkan dua pameran besar dalam waktu yang bersamaan? Pameran pertama merupakan karya seniman terkenal Indonesia, Melati Suryodarmo dengan tema Why Let the Chicken Run?, menampilkan karya-karya yang terinspirasi dari kombinasi tari Butoh dan tradisi Jawa. Anda akan dipertontonkan dengan karya-karya visual yang menantang secara fisik dan emosi.

The Black Ball (Foto: Dok. Museum MACAN)

Ambiens horor cukup saya rasakan ketika melihat karya-karya beliau. Dalam The Black Ball, seorang wanita menduduki kursi melayang di dinding dimana Ia memegang sebuah bola, hitam warnanya. Pemandangan sunyi dan menyeramkan ini seperti seseorang yang merenung, depresi, dan terluka secara psikologis. Walaupun Terlihat menyeramkan, mata saya seakan tersedot ingin memandang terus karya tersebut.

Sweet Dreams Sweet (Foto: Dok. Museum MACAN)

Sweet Dreams Sweet juga tidak kalah memukau perhatian saya. Di mana 30 perempuan melakukan performa seni dengan bergandeng, berjalan, dan terkadang membentuk sebuah kelompok. Seperti sebuah siklus yang tidak pernah berhenti, dengan baju putih yang mulus, warna yang terlihat suci, tetapi seperti melihat sebuah perbudakan. Tentu saja, masih banyak lagi pameran-pameran dengan kesan mistis yang akan mengundang Anda untuk menghabiskan waktu dan energi di pameran ini.

Julian Rosefeldt: Manifesto (Foto: Dok. Museum MACAN)

Pameran kedua, Julian Rosefeldt: Manifesto menampilkan instalasi multimedia yang memperlihatkan aktor pemenang penghargaan Oscar. None other than Cate Blanchett. Pameran ini memperlihatkan Cate Blanchett dalam 13 layar dengan 13 peran berbeda yang tersusun dari monolog-monolog kaum Futuris, Dadais, Fluxus, Suprematis, Situasionis, dan peran-peran menarik lainnya. Bagi saya, seperti menonton sebuah struktur dari segi pandang yang berbeda, dari segi latar belakang, peran, sampai suara yang diperdengarkan.

Kedua pameran ini dibuka mulai 28 Februari sampai dengan 31 Mei 2020. Nothing much I can say other than you need to experience this both exhibitions! You'll probably trigger some inner self within.