Berlibur ke Kuala Lumpur untuk sebuah akhir pekan mungkin bukan suatu hal yang baru, dan seringkali dilakukan oleh masyarakat di Indonesia untuk berehat sejenak ke negara tetangga. Namun jika telah dilakukan berulang kali mungkin akan menimbulkan kebosanan. Maka bagaimana caranya agar tidak mengunjungi tempat yang sama.
Kuala Lumpur yang merupakan sebuah kota modern yang maju tentu menawarkan segala sesuatu layaknya kota metropolis di belahan dunia manapun. Namun yang ingin saya ceritakan disini bukan mengenai Kuala Lumpur, melainkan sebuah destinasi alam yang bernama Janda Baik. Layaknya nama yang unik tentu memiliki kisahnya sendiri, dan menurut cerita yang diperoleh nama tersebut berasal dari dua buah versi cerita berbeda yang berasal dari satu peristiwa sejarah setempat yang melibatkan konflik pertikaian (Perang Saudara Pahang) pada abad ke-19.

Versi tersebut antara lain sebagai berikut:
- Kisah Ibu Sembah dan Tok Wok (Versi Paling Popular): Semasa Perang Saudara Pahang, seorang pembesar setempat bernama Haji Muhammad (dikenali sebagai Tok Wok) telah berpisah atau bercerai dengan isterinya yang bernama Ibu Sembah. Setelah perang berakhir, keduanya telah berbaikan dan rujuk kembali sebagai suami isteri. Disebabkan Ibu Sembah pernah berstatus janda dan menunjukkan kebaikan serta kesetiaan untuk merawat dan menerima sang suami, banyak orang ramai di daerah setempat memberikan ia gelar sebagai "Janda Baik".
- Versi Bantuan Orang Asli / Wanita Tempatan: Satu lagi cerita lisan menyatakan bahwa sewaktu tentara Pahang melintasi kawasan tersebut seusai berperang, seorang wanita janda tempatan telah berhati baik menyediakan makanan, minuman, dan tempat perlindungan serta merawat tentera yang cedera. Karena kebaikan wanita tersebut, kawasan tersebut dinamakan Janda Baik.
Dan nama inipun secara resmi dipakai pada 19 September 1936 ketika Sultan Pahang, Sultan Abu Bakar, meresmikan pembukaan kampung tersebut.

Desa yang terletak di daerah Bentong, Pahang, Malaysia, dapat ditempuh sekitar 45 km atau kira-kira 45 menit hingga 1 jam perjalanan dari Kuala Lumpur dengan berkendara. Terletak di kawasan tanah tinggi Banjaran Titiwangsa (sekitar 600 meter di atas laut), Janda Baik terkenal sebagai destinasi berlibur yang menawarkan keindahan alam dengan suasana sejuk, tenang, yang dikelilingi hutan hujan tropika.

Ragam aktivitas pun banyak ditawarkan oleh daerah ini, yang mana para pengunjung dapat menikmati akhir pekan dengan glamping di pinggir Sungai, menunggang kuda, trekking, hiking atau sekedar menikmati secangkir kopi di coffee shop estetik yang berkonsep pemandangan hijau. Selain itu jangan lewatkan pula mengeksplor kamera smartphone Anda ke setiap sudut dari desa ini.