Sejauh Mata Memandang Kurangi Permasalahan Limbah Tekstil

Sudah menjadi rahasia umum bahwa industri mode merupakan salah satu pelaku kerusakan lingkungan lewat limbah tekstil. Berdasarkan penelitian, hanya 1% hasil limbah tekstil di dunia yang didaur ulang. Bayangkan apa yang akan terjadi bila hal ini berkelanjutan terus menerus?

Beberapa label mode lokal kini tampak sudah mulai peduli akan kelestarian lingkungan dan menggunakan bahan tekstil yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya adalah Sejauh Mata Memandang (SMM), label mode lokal yang terus mengangkat keindahan Indonesia sebagai fokus utamanya. Berangkat dari kepedulian akan kerusakan alam lingkungan, SMM bahkan pernah meluncurkan koleksi bertemakan "Daur" untuk koleksi musim rintik 2019/2020.

"Daur" Sejauh Mata Memandang (Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang)

Apa yang membuat koleksi Daur ini spesial? Koleksi ini menggunakan kain hasil daur ulang sampah tekstil. Bersama dengan @pable.id, sebuah perusahaan yang berfokus di pengolahan sampah tekstil, Sejauh Mata Memandang juga menggunakan teknologi ramah lingkungan dan menghasilkan sebuah inovasi untuk mengurangi permasalahan limbah tekstil, seperti mengolah kembali sampah tekstil menjadi benang yang kemudian ditenun menjadi kain baru.


"Masalah lingkungan menyadarkan kita tentang akibat perbuatan kita selama ini dan betapa darurat kerusakan yang kita lakukan terhadap bumi, rumah kita satu-satunya..."
- Chitra Subyakto, Founder & Creative Director Sejauh Mata Memandang
 

Sekarang adalah saatnya kita untuk lebih bertanggung jawab atas segala kerusakan yang kita sebabkan dan berbuat sesuatu. Dimulai dari hari ini, dimulai dari diri kita sendiri untuk masa depan. Bukan untuk keselamatan bumi, melainkan untuk kita sendiri dan generasi berikutnya. Koleksi "Daur" dapat Anda dapatkan dengan klik sini.

"Daur" Sejauh Mata Memandang (Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang)

Anda juga dapat menyaksikan video singkat di bawah ini, mengenai komitmen Sejauh Mata Memandang dalam menangani limbah tekstil.