Mengapa suatu momentum penghargaan menjadi begitu ditunggu setiap tahunnya? Apakah murni suatu apresiasi terhadap karya film-film yang telah diproduksi, ataukah hanya sebuah politik?
Bulan Januari yang menjadi bulan pembuka di tahun 2026, selang beberapa hari dari perayaan tahun baru sudah ditandai dengan penghargaan film ‘Critics Choice Awards’ yang diadakan pada 4 Januari 2026. Sementara di minggu kedua bulan Januari ‘Golden Globe’ mewarnai sepanjang minggu dengan beragam berita terkaitnya.
Bagi saya yang bukan pekerja di industri film, momentum ini menjadi hal dengan setia saya tunggu setiap tahunnya. Pasalnya pada kesempatan inilah saya bisa melihat para aktor dari sisi lainnya, tidak dalam busana keseharian ataupun pembawaan karakter yang biasa disaksikan di dalam film. Sementara berbicara mengenai film apa yang akan menang nantinya, itu saya kesampingkan terlebih dahulu. Dari sekian judul yang masuk dalam nominasi, paling hanya segelintir yang telah saya saksikan. Ditambah pula pilihan pemenang para juri pun seringkali tak sesuai dengan selera saya.
Momentum red carpet adalah rangkaian acara yang saya nantikan. Terlebih lagi momentum itulah yang kerap dijadikan strategi untuk memperhatikan tren mode apa yang dikenakan oleh para aktor tersebut. Tak hanya dari segi pakaian, tata rias wajah dan rambut hingga aksesoris juga menjadi perhatian.
Salah satu yang mencuri perhatian saya dalam red carpet dari Golden Globe kemarin adalah sebuah kalung serpenti dari brand Bvlgari yang dikenakan oleh aktor Hudson Williams pemeran ‘Heated Rivalry’. Kalung yang berkepala ular yang selama ini melingkar cantik menghiasi leher para wanita, nyatanya justru memberikan nuansa berbeda ketika dikenakan oleh seorang pria. Tanpa menimbulkan feminim energy yang berkesan flamboyan, justru kalung itu menjadi vocal point dalam total look tersebut.
Disisi lain kacamata hitam yang selama ini hanya dipakai dibawah matahari. Menjadi aksesoris yang memukau dalam melengkapi total look dari Miley Cyrus, penyanyi yang mengenakan gaun hitam rancangan rumah mode Saint Laurent.
Namun dari beragam aktris yang mengenakan rancangan dari berbagai rumah mode, hanya satu yang mendapat nilai tertinggi diantara aktor lainnya. Dia adalah Teyana Taylor yang mengenakan rancangan dari rumah mode Schiaparelli. Gaun hitam drapery yang melingkar ditubuhnya seolah menjadi kulit kedua dari tubuh wanita yang meraih kemenangan atas Best Supporting Female Actor – Motion Picture.
Nah, kendati red carpet suatu acara penghargaan adalah sebuah politik untuk para rumah mode untuk berbisnis, menurut Anda siapakah yang memesona dalam ajang penganugerahan Golden Globe tersebut dari versi Anda?