Food has its own way to unite people. Entah bagaimana asal usul dari suatu hidangan tertentu, apakah dari negara barat atau timur. Entah dari mana sepiring atau semangkuk hidangan tersebut disajikan, apakah dari restoran bintang lima, ruko sederhana, atau bahkan gerobak kaki lima.  

Seperti halnya yang terjadi di Indonesia. Sekalipun menjadi ras minoritas, tidak ada yang mengucilkan hidangan khas Tionghoa. Sepiring nasi dan lauk, semangkuk bubur hangat, mi lengkap dengan daging cincang, atau rantang anyaman bambu berisi dimsum. Mereka yang kerap disebut comfort food atau dijadikan sebagai hangover food dikala mabuk.

Untuk mendapatkan yang otentik, Anda mungkin perlu untuk menjelajahi kawasan Jakarta Pusat atau Jakarta Utara, seperti misalnya Glodok, Pluit atau Kelapa Gading. Namun, belakangan ini hidangan khas Tionghoa juga memiliki penggemarnya sendiri di kawasan Jakarta Selatan. Dikemas dalam penampilan unik, dan tentu rasa yang tidak kalah menarik. Saya bahkan tidak sanggup menulis deskripsi untuk masing-masing hidangan di bawah ini. Silakan dilihat (dan, tergiur) sendiri.

Pò Noodle Bar

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Pò noodle bar (@po.noodlebar) on

WANCAN 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by WANC?N (@wancan.jkt) on

HAKA 24h Dimsum Shop 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by ?? HAKA 24h Dimsum Shop ???? (@hakadimsum) on

Bakmi Tiga Marga

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Bakmi Tiga Marga (@bakmitigamarga) on

Bubur Cap Tiger 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by BuburCapTiger (@buburcaptiger) on