Louis Vuitton Applied No Rules On Their FW 2020

Leather, tiered silhouettes, zippers, and padded shoulders are probably the keyword summary of Louis Vuitton Fall Winter 2020 collection. Atau, bisa juga dikatakan, seluruh komponen pakaian berbagai zaman, tersebar secara bebas, bercampur aduk, dijahit menjadi satu dalam setiap look. It’s a collision of time, a time clash.

Louis Vuitton Women's FW 2020 (Foto: Dok. Louis Vuitton)

 

Selain dari pada 46 look koleksi musim ini, seluruh perhatian juga tertuju pada panggung tribun yang berisikan 200 orang dengan karakter berbeda dari abad ke-15 sampai tahun 1950-an. Cukup unik menurut saya fashion show Louis Vuitton kali ini.

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by @nicolasghesquiere on

 

Dua ratus orang yang 'dipajang' ini menampilkan bahasa tubuh yang seakan ‘terkejut’ setiap melihat model yang keluar dari backstage. Menunjukkan ekspresi kebingungan melihat model dengan pencampuran pakaian yang (seharusnya) tak lazim bagi mereka. Pakaian dari para karakter ini dibuat oleh Milena Canonero, yang menjadi costume designer Stanley Kubrick pada drama "A Clockwork Orange", "Barry London", dan "The Shining".

 

Louis Vuitton Women's FW 2020 (Foto: Dok. Louis Vuitton)

 

Dengan musik yang dikomposeri Woodkid dan Bryce Dessner, berjudul “Three Hundred and Twenty” yang mengacu pada jumlah tahun yang direferensikan. Dihadiri pula oleh selebriti seperti Alicia Vikander, Florence Pugh, Kaitlyn Dever, Lea Seydoux, Lupita Nyongo, dan masih banyak lagi.

 

Louis Vuitton Women's FW 2020 (Foto: Dok. Louis Vuitton)

So here’s a collision, by Nicholas Ghesquiere, of the years that passed.