Lesson From a Pandemic #2: The Importance of Contingency Fund

Con·tin·gen·cy fund: a reserve of money set aside to cover possible unforeseen future expenses.

Hidup ini fana. Manusia bekerja, bersusah payah, mengorbankan banyak hal, semua semata-mata hanya untuk memuaskan keinginannya akan hal-hal duniawi. Mungkin tidak semua, namun kebanyakan dari mereka demikian. Mengorbankan tubuh jiwa raga untuk mengejar sesuatu yang sifatnya fana. "Work hard play hard," katanya.

Namun, jika pandemi ini terjadi, apakah Anda yakin Anda akan menghamburkan uang dengan begitu mudahnya? Mungkin tulisan saya terkesan tidak relevan dengan pekerjaan saya sebagai feature editor. Biarlah, izinkan saya mengatakan ini saat ini. Tidak ada yang mengetahui pasti apa yang akan terjadi di dalam hidup. No one knows what the future holds, be prepared. 

Mungkin kebanyakan dari Anda terlahir dengan kehidupan yang aman secara finansial. Tidak terlalu pusing dengan bagaimana caranya mengisi pundi-pundi harta. Ada juga sebagian yang memulai segala sesuatunya dari nol. Katanya, yang mulai dari bawah akan lebih menghargai uang. Akan tetapi, percayalah, tidak selalu demikian. Banyak yang justru tidak bertanggung jawab dengan hasil yang didapatkannya dan justru dengan mudah menghamburkannya. Mobil baru, ponsel baru, tas bermerek, jalan-jalan ke luar negeri, semua demi memuaskan diri yang sebenarnya tidak akan pernah puas. 

Jika ada satu hal yang diajarkan oleh pandemi ini, saya rasa adalah bagaimana pentingnya bertanggung jawab secara finansial. Pandemi ini tidak memandang bulu. Mereka yang berada di kelas sosial atas juga ikut kebingungan. Tidak ada pemasukan, namun tetap harus membayar biaya operasional. Mereka yang adalah karyawan kantoran, perlu bersiap diri jika memang harus dirumahkan tanpa gaji atau bahkan kehilangan pekerjaan. Mereka yang adalah wiraswasta di bidang industri non-pokok jelas menyadari bahwa barang yang mereka tawarkan mungkin tidak dibutuhkan. Siapa yang butuh membeli pakaian baru jika terus-terusan di rumah melulu?

Saya pernah diajarkan untuk memiliki tabungan setidaknya tiga kali dari pengeluaran pasti per bulan. Tabungan ini tidak dapat diganggu gugat. Tabungan ini berguna di saat-saat darurat. Ya, saat di  mana Anda tidak mendapatkan pendapatan atau bisnis Anda tidak berjalan seperti yang diharapkan. Setidaknya, Anda dapat bertahan hidup hingga tiga bulan ke depan. Namun, pandemi ini bahkan tidak terlihat ujungnya. Bagaimana Anda dapat bertahan hidup jika tidak pernah menyisihkan uang sebelumnya?

Sudah, ya. Istirahat sebentar dari kehidupan yang fana ini. Mulai belajar mengendalikan diri. Mulai bertanya kepada diri, apakah ini perlu? Atau, hanya sekadar untuk memuaskan hawa nafsu? Atau, bahkan justru hanya sekadar untuk menunjukkan eksistensi diri dalam kehidupan yang palsu?