Lesson From a Pandemic #1: Appreciate the Little Things in Life

Awalnya biasa, kini justru mengajarkan hal yang luar biasa. Pandemi ini akan berakhir, namun jangan biarkan berlalu begitu saja tanpa mengajarkan apa-apa.

Jujur, saya tidak pernah sekalipun membayangkan ada di posisi ini. Saya tidak pernah mengetahui sebelumnya bahwa sebuah pandemi bisa saja terjadi dan memiliki dampak yang begitu besar. Bahkan, apa itu pandemi? Di awal kemunculannya pada bulan Januari lalu, saya bahkan masih tetap tenang dan memandangnya sebelah mata. Namun, tentu, ini tidak bisa lagi dianggap sepele. Tidak hanya berbicara soal kesehatan, namun juga perekonomian dan kehidupan sosial.

Hal-hal yang biasanya diremehkan, kini berubah menjadi hal-hal yang dirindukan. Aneh, namun saya rindu menyetir di tengah kemacetan ibu kota, berbalap-balapan dengan kendaraan motor yang lain. Aneh, saya bahkan rindu berbasa-basi dengan manusia lain selain keluarga saya di rumah ini. Padahal ketika semuanya baik-baik saja, saya justru membiarkan hari berlalu begitu mudahnya. Tidak benar-benar menghargai apa yang ada. Namanya juga manusia, ketika kehilangan baru berasa.

Pandemi ini menyadarkan saya akan begitu banyak hal yang saya sia-siakan sebelumnya. Mulai dari sekecil mencuci tangan dengan sabun hingga bersih (yang padahal sudah diajarkan sejak kecil). Berjumpa dengan teman lama yang selalu ditunda-tunda dan berujung pada wacana. Bermain dengan ponsel atau sibuk dengan urusan masing-masing ketika berjumpa dengan pasangan. Kini, semua tidak semudah itu. Butuh usaha lebih untuk mempertahankan apa yang selama ini telah susah payah dibangun. Baik itu kesehatan, keuangan, bahkan hubungan. 

Saya percaya, manusia diciptakan sebagai makhuk sosial. Manusia tidak diciptakan untuk diisolasi. Manusia tidak hidup untuk dirinya sendiri. Manusia diciptakan untuk berinteraksi, membangun koneksi yang lebih dalam dari bertukar pesan secara virtual. Manusia diciptakan untuk genggaman tangan dan pelukan yang menghangatkan. 

Saya yakin pandemi ini akan membawa begitu banyak perubahan ke depannya. Mungkin pandemi ini hadir untuk mengajarkan sesuatu yang baru, sesuatu yang tidak dapat ditemukan dalam kondisi hidup yang ideal. Yang pasti hidup tidak akan pernah menjadi sama lagi setelahnya. But, I hope it is for the better. I really hope so.