Football for All: Empowering Women through Football

Sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat digemari masyarakat seluruh dunia. Tidak hanya kaum pria, olahraga ini juga populer di kalangan perempuan. Namun sayangnya, peran perempuan dalam dunia sepak bola dapat dikatakan sangat sedikit. Hal ini juga disampaikan oleh HMA Owen Jenkins, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste. 


"Olahraga bisa menjadi salah satu pendorong kesetaraan gender dan perkembangan sepak bola wanita di Indonesia sangatlah luar biasa. Namun, perempuan tetap kurang terwakili secara signifikan, tidak hanya di lapangan sebagai pemain, di pinggir lapangan sebagai pelatih dan pendidik pelatih, tetapi juga dalam posisi eksekutif dan dewan di industri sepak bola..."
- HMA Owen Jenkins, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste
 

'HMA Owen Jenkins, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste' (Foto: Dok.British Council)

Oleh sebab itu, dalam rangka merayakan Hari Perempuan Internasional pada Maret 2021, British Council bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengadakan Digital Collaborative Football Forum: Football for All, sebuah konferensi virtual pertama sebagai sarana untuk berkolaborasi dan mempertemukan beragam kelompok di bidang sepak bola dari Indonesia dan Inggris untuk mendorong inklusi sosial.

Kolaborasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan peran sepak bola dalam mengembangkan keterampilan anak muda, khususnya perempuan. Dengan kolaborasi ini diharapkan sepak bola dapat dimanfaatkan sebagai salah satu cara untuk mengatasi masalah sosial. 

PSSI sebagai badan pengelola sepak bola di Indonesia memiliki program jangka panjang yang tidak hanya menyasar keberhasilan Timnas, tetapi juga menyukseskan perempuan dalam dunia olahraga, baik sebagai atlet, pertandingan resmi, pengurus tim, dan peran sepak bola lainnya.


“Kali ini, bekerja sama dengan British Council, mari kita saksikan bersama, sebuah langkah konkrit dan upaya bersama yang tentunya diharapkan menjadi salah satu pelopor kesuksesan sepak bola wanita di Indonesia...”
- Vivin Cahyani, Komite Eksekutif PSSI dan Ketua Komite Wanita
 

'Vivin Cahyani, Komite Eksekutif PSSI' (Foto: Dok.British Council)

Digital Collaborative Football Forum: Football for All menyoroti peran penting perempuan dan anak perempuan dalam sepak bola. Menurut Owen, sepak bola adalah cara yang kreatif dan menyenangkan dalam membangun jembatan budaya, baik di lapangan maupun dalam forum untuk bertukar ide dan berkolaborasi. "Melalui forum ini, saya berharap kita semua dapat bekerja sama untuk memastikan bahwa peluang bagi perempuan dalam sepak bola dapat meningkat, membuat sepak bola lebih tersedia dan dapat diakses dengan lebih mudah," ujarnya. 

'Dhanielle Daphne, Tim Sepak Bola Wanita Indonesia' (Foto: Dok.British Council)

Pada hari pertama, tema acara yang diusung adalah Football for All: Empowering Women & Girls through Football yang mendiskusikan, merefleksikan, dan menyusun rekomendasi tindakan kolaboratif untuk mempromosikan inklusi dalam industri sepak bola dan sepak bola akar rumput di Indonesia. 

“Dengan melanjutkan nilai-nilai serta warisan dari Premier Skills di Indonesia, kami ingin meningkatkan pemahaman lebih jauh tentang pentingnya sepak bola untuk mengembangkan keterampilan kaum muda dalam menangani beberapa isu sosial mendesak di Indonesia dan mengidentifikasi norma-norma sosial yang mungkin menghalangi perempuan dan anak perempuan untuk bermain sepak bola...”
- Hugh Moffatt, Direktur British Council Indonesia

'Hugh Moffatt, Direktur British Council Indonesia' (Foto: Dok.British Council)

Digital Collaborative Football Forum: Football for All menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang dalam ekosistem sepak bola seperti para ahli, praktisi, akademisi, komunitas, dan penggemar, termasuk jaringan pelatih, dosen ilmu olahraga, asosiasi sepak bola nasional, pesepakbola, perwakilan dari pemerintah dan pembuat kebijakan sepak bola yang bertukar ide dan berbagi praktik terbaik tentang bagaimana membentuk sepak bola sebagai bagian dari solusi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan macam isu sosial di Indonesia. 

Diantaranya hadir Vivin Cahyani, Komite Eksekutif PSSI, Herman Chaniago, Asisten Deputi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Maaike Ira Puspita, FIFA U20 World Cup Lead Project Manager dan Wakil Sekretaris Jenderal PSSI, Dr. Papat Yunisal, M.Pd, Kepala Sepakbola Wanita PSSI dan Ketua Asosiasi Sepakbola Wanita Indonesia, juga Roxanne Bennett, Manajer Olahraga Komunitas & Kesetaraan Wanita dan Anak Perempuan, Pemimpin Keberagaman dan Inklusi, Crystal Palace FC, Kasha Petit, Petugas Pengembangan Sepak Bola Wanita & Inklusi Sosial di Wimbledon AFC Foundation, dan Dhanielle Daphne, Tim Sepak Bola Wanita Indonesia.

'Roxanne Bennett, Manajer Olahraga Komunitas & Kesetaraan Wanita dan Anak Perempuan dan Pemimpin Keberagaman dan Inklusi, Crystal Palace FC' (Foto: Dok.British Council)
'Kasha Petit, Petugas Pengembangan Sepak Bola Wanita & Inklusi Sosial di Wimbledon AFC Foundation' (Foto: Dok.British Council)

Digital Collaborative Football Forum: Football for All telah menjadi langkah awal penyetaraan gender di dunia sepak bola, sehingga ke depannya diharapkan akan lebih banyak lagi perempuan yang dilibatkan dalam dunia sepak bola.