Fiona Anthony Berbagi Cerita Tentang Bakepack

Sejak kecil, saya mengagumi sosok seorang pramugari. Selain ramah dan good looking, pramugari menghabiskan waktunya di atas udara. How cool is that! Berbicara tentang pramugari, saya teringat akan Fiona Anthony, seorang perempuan cantik yang berhasil membuat iri jutaan perempuan Indonesia, karena kisah cintanya bersama aktor ternama, Dion Wiyoko. 5 tahun ia merintis karir sebagai seorang pramugari, hingga pada tahun 2017, Fiona memutuskan untuk berhenti dan beralih profesi menjadi seorang baker.

Mungkin sama seperti saya, Anda pun bertanya-tanya, apa alasan Fiona berganti profesi? Jika Ia dapat memilh, profesi apa yang lebih ia sukai? Dan bagaimana pendapat sang suami tentang profesi barunya tersebut? Rasa penasaran Anda akan langsung dijawab oleh Fiona lewat bincang singkat bersama CLARA berikut ini.

'Fiona dan kecintaannya terhadap baking' (Foto: Dok.Fiona Anthony)

Pertanyaan pertama di atas langsung dijawab penuh tawa olehnya, "Hahaha... Sebenarnya simple, karena waktu itu saya mau menikah. Memang sudah bosan dan capek juga menjadi pramugari".

Nyatanya, Fiona lebih memilih menjadi baker dibandingkan menjalani keseharian sebagai pramugari. Ia mengaku bahwa menjadi pramugari memang bukanlah cita-citanya. Sedangkan membuat kue, merupakan hobinya. "Tuhan baik, saya diberi kesempatan untuk belajar banyak saat jadi pramugari. Bisa berkerja di maskapai internasional dan keliling dunia adalah pengalaman luar biasa yang nggak bisa ditukar dengan apapun juga. It made me who I am now. Tapi menjadi pramugari buat saya ada masanya, karena memang tidak mungkin terus menerus LDR dengan suami. Sedangkan menjadi seorang baker memungkinkan saya untuk memiliki kehidupan keluarga dan pekerjaan yang berimbang. Senang kalau bisa melakukan hal yang kita sukai," ujarnya.

Berangkat dengan dukungan penuh dari suami, keluarga dan kerabatnya, Fiona membuka menjalani bisnis bakery yang diberi nama Bakepack (@bakepackid). "Dion sebagai suami dan juga keluarga menunjukkan support luar biasa. Mereka memberikan keleluasaan waktu, sekaligus menjadi support system yang baik sejak hari pertama Bakepack ada".


"Nama Bakepack sendiri awalnya adalah nama blog saya dan Dion. 'Bake' mewakili saya dan hobi baking; 'Pack' mewakili Dion dengan hobi travelling-nya. Bakepack is us. We are Bakepack. Bakepack adalah simbol cinta kami berdua. Semuanya dimulai dan dilakukan dengan cinta..."
- Fiona Anthony
 

Resep-resep Bakepack adalah hasil eksperimen Fiona dan sang suami. "Ketika kita bepergian atau ketika mengikuti workshop, pasti banyak inspirasi resep yang bisa dibawa pulang. Resep itu tidak bisa 100% langsung dijual, biasanya kita akan utak-atik sampai mendapatkan formula yang pas dan layak masuk ke menu tetap Bakepack. Masih banyak step by step di dapur yang dilakukan dengan tangan, bukan mesin. We called it labor of love.

Kami memerhatikan setiap detail, terutama dalam pemilihan bahan. Kemudian lagi-lagi, always quality over quantity. Bagi kami, lebih baik membatasi jumlah produksi, tapi kami bisa menjaga kualitas setiap product bakery kami. Karena kami percaya, pengalaman setiap customer begitu berharga. Kami ingin Bakepack menjadi satu brand yang sustain dan bisa diturunkan ke anak cucu kami kelak," ucapnya.

Meski menjalani hobinya sebagai profesi, tetap ada suka duka selama menjadi seorang baker. Fiona berkata, "Dalam kondisi festive seperti sekarang ini, ya happy banget karena orderan banyak banget, tapi di sisi lain juga capek banget karena banyak yang harus dikerjakan. Quality time dengan suami pun jadi hampir tidak ada".

Lalu bagaimana Fiona membagi waktu antara pekerjaannya dan keluarganya? Dengan mantap, Fiona menjawab, "Kuncinya di komunikasi. Kita selalu membiasakan diri untuk saling menanyakan jadwal masing-masing". Sekali lagi ia berkata, "Kami lebih mengutamakan quality over quantity". 

'Dion memberikan support kepada Fiona dan Bakepack' (Foto: Dok.Fiona Anthony)

Fiona pun bersyukur selama masa pandemi, usaha miliknya ini justru semakin berkembang. "Memang banyak sekali tantangan bekerja di saat pandemi, tapi puji Tuhan, kami punya pelanggan yang luar biasa. Kami terus mendengarkan dan mencari tahu kebutuhan mereka. Sekaligus beradaptasi dengan keadaan baru seperti sekarang". Ketika ditanya siapa sosok yang menginspirasinya, Fiona menjawab Christina Tosi dari Milk Bar. "She’s genius, witty and inspirational," ujarnya.

Sebagai penutup, Fiona juga menyampaikan rencananya di tahun 2021. "Kami berharap agar banyak usaha yang bangkit kembali setelah vakum selama pandemi. Semoga 2021 ini menjadi momen kebangkitan kembali dan tahun yang penuh berkah untuk semuanya".