Discover The Paris of Diptyque

Setelah berdiam diri selama 60 tahun, Diptyque tidak pernah menceritakan kisahnya di Paris. Tapi kini tidak lagi. Silence has finally spokenDengan mengeluarkan parfum terbaru dan scented candles, Diptyque mengajak Anda untuk melihat kota Paris melalui karya mereka.  

 

Perfume: Eau Capitale (Foto: Dok. Diptyque)

Cara terbaik untuk memuja Paris, sebagai kota kelahiran Diptyque adalah dengan Eau Capitale; Chypre pertama dari Diptyque. Olivier Pescheux, seorang perfumer yang pernah menjadi dalang dari berbagai macam parfum untuk brand ternama seperti Kenzo sampai Moschino – lah yang membuat Eau Capitale. Wangi dari kuntum mawar, diikuti dengan wangi dari bergamot  dan pink peppercorns yang complex, menghasilkan wewangian yang seakan membuat Anda merasa sedang berjalan di kebun dengan berbagai macam mawar, dan beberapa pohon jeruk bergamot. Buah bergamot jatuh berceceran di tanah dan mengeluarkan aroma kesegaran khas famili citrus. Di sanalah, Anda berjalan menyusuri jalan setapak dari tanah, untuk menenangkan diri Anda sebelum kembali menantang hari. 

 

 

Scented Candles: Paris en Fluer (Foto: Dok. Diptyque)

Selain dalam bentuk parfum, Diptyque juga mengeluarkan scented candle: Paris en Fluer. Scented candle ini hadir dalam aroma fresh rose chypre dilengkapi dengan aroma patchouli. Akan sangat pas dinyalakan tepat sebelum tidur di samping Anda berbaring dan membayangkan taman bunga seperti dalam Eau Capitale, yang Anda lewati tadi pagi. 

(Foto: Dok. Diptyque)

Dengan terciptanya parfum Eau Capitale dan Scented Candle Paris en Fluer, Diptyque merayakan Paris sebagai kota kelahirannya. Kemasan yang dihiasi dengan illustrasi mawar juga termasuk sebagai cara untuk menggambarkan rupa kota Paris dan ciri khas wangi yang dihasilakan oleh Diptyque. Illustrasi yang dibuat oleh Olivier Pescheux ini seakan membantu untuk memvisualisasikan pesan Diptyque untuk Anda. Jadi bagimana menurut Anda, rasanya Paris dapat dijangkau hanya dengan aroma, bukan?