Bincang singkat seputar desain interior di era “New Normal” bersama Agam Riadi

'The striking and playful colours of Chinese-Indonesian festivities makes Meradelima a gem of ethnically inspired flair' (Foto: Dok. Agam Riadi)

Agam Riadi adalah sosok yang sangat dikenal baik di dunia interior. Dengan gaya budaya Asia yang kental dalam setiap sentuhan desainnya, pria yang merintis karier di dunia interior sejak tahun 1990 ini terus menjunjung tinggi elemen Indonesia di karyanya. “Saya mengangkat tema kebudayaan dalam setiap desain saya ini karena kecintaan saya terhadap budaya Tanah Air. Dan orang tua saya selalu mengajarkan saya untuk selalu mengapresiasi apa pun yang ada dalam diri kita. Jadi saya merasa sudah selayaknya dan sudah menjadi beban moril bagi saya dan kita semua para desainer Indonesia untuk menggali kekayaan budaya kita ke dalam dunia desain interior,” ujar Agam Riadi dalam bincang singkat bersama CLARA-Indonesia. 

'A Neoclassical Beacon, private abode in Kebumen street sits as an ode to the convergence of cultures.' (Foto: Dok. Agam Riadi) 

Di tengah masa sulit dan pandemi seperti saat ini, Agam Riadi tetap konsisten berkarya, baginya masa pandemi justru membuatnya dapat lebih fokus dalam berkarya. “Masa pandemi adalah sebuah proses di mana saya kembali menjadi diri saya yang sesungguhnya. Masa pandemi membuat saya lebih banyak introspeksi diri, lebih banyak melihat ke dalam dan menggali potensi apa yang ada di dalam diri saya,” ungkapnya.

Ia pun menambahkan, “Saya tidak merasa masa pandemi adalah sebuah tantangan. Selama saya masih bisa berkarya dan masih bisa melakukan kegiatan kreatif. Saya malah jadi punya lebih banyak waktu untuk bekerja, jadi lebih fokus karena kesempatan di rumah lebih banyak dan berkarya lebih besar ketimbang sebelum masa pandemi ini. Sebelumnya, saya harus bertemu klien atau banyak proyek-proyek yang mengharuskan saya lebih banyak aktivitas di luar, sedangkan saat pandemi mau nggak mau saya nggak bisa ngapa-ngapain, jadi saya memanfaatkannya untuk terus berkarya. Saya merasa lebih nyaman ketika masa pandemi ini dan Alhamdulillah puji Tuhan masih ada beberapa klien yang masih mempercayakan desainnya kepada saya. Jadi buat saya saat ini adalah saat yang tepat untuk melakukan proses kreatif".

Di saat kita dituntut untuk beradaptasi dengan kondisi “New Normal”, melihat optimisme dari seorang Agam Riadi, saya pun jadi bertanya-tanya. Apakah kondisi ini wajar-wajar saja bagi industri desain interior? Berikut adalah rangkuman bincang-bincang singkat CLARA dengan pria kelahiran Tanjung Pinang tersebut.

'A Grand Home of Eastern Colours' (Foto: Dok Agam Riadi)

Seberapa besar pengaruh kondisi “New Normal” dalam dunia desain interior?
New normal adalah suatu kondisi di mana kita harus melakukan social distancing dan kita juga harus lebih aware terhadap cara bersosialisasi. Saya melihat “New Normal” ini kebalikan dari masa sebelumnya, ketika masa sebelumnya orang lebih banyak bersosialisasi tetapi dengan “New Normal” ini kita lebih cenderung untuk antisosial. Kita lebih banyak menghabiskan waktu di rumah masing-masing. Kalau nggak perlu-perlu banget ya nggak harus keluar.
 

"Pengaruh [new normal] dengan desain interior lebih pada ketika kita diminta untuk mengerjakan suatu area publik, kita harus melihat bahwa akan ada jarak untuk masing-masing individu khususnya pada seating area yang akan menjadi lebih berjarak daripada biasanya. Akan ada banyak sekali aktivitas-aktivitas yang tidak lagi dapat dilakukan di tempat publik. Hal ini akan menjadi suatu tantangan bagi si desainer untuk menyiasatinya..."
- Agam Riadi
 

Lalu, akan seperti apa tampilan desain “New Normal” hasil karya seorang Agam Riadi?
Karena kondisinya ini baru berjalan sekian bulan ya, jadi belum ada desain yang terlihat baru. Cuma kebetulan saya sedang mengerjakan satu foodcourt di daerah Gajah Mada. Dengan adanya kondisi “New Normal” ini, mau nggak mau saya harus merubah layout atau tatanan area foodcourt ini. Mungkin dengan penggunaan sekat-sekat yang lebih banyak antar ruang-ruang publik yang ada di area foodcourt-nya. Desain sekat dibuat sedemikian rupa sehingga orang tidak merasa terkurung. Ya, mungkin lebih transparan sifatnya atau dengan pembatas berbahan kaca atau mungkin dengan bentuk-bentuk yang berlubang-lubang sehingga tetap terasa bagian dari public area. Nantinya orang akan tetap merasa secure untuk makan di area yang sudah disediakan. Kemudian jarak furniture dan pembagian zoning ruang akan lebih terorganisir sehingga orang merasa tetap nyaman.

'The table setting is filled with a degree of extravagance, showing undying inspiration that displays limitless creativity and freedom.' (Foto: Dok. Agam Riadi)

Sejak masa pandemi berlangsung, banyak orang yang merasa tidak betah menghabiskan waktunya di rumah. Dan baru disadari ternyata desain interior memegang peranan penting dalam hal ini. Apa yang bisa dilakukan dari segi interior untuk membuat rumah menjadi nyaman dan menyenangkan?
Sejak masa pandemi banyak orang mulai berpikir tentang hobi, yang hobinya olahraga, berkebun, memasak juga menjadi lebih aktif. Ketika interior menyangkut dengan hobi itu, menjadi banyak sekali perubahan. Contohnya, dari yang dapurnya cuma dipakai oleh asisten rumah tangga sekarang sang Ibu juga mulai masuk ke dapur, begitu juga dengan hobi-hobi lainnya. Living room yang biasanya cuma daerah perlintasan antar keluarga tapi sekarang menjadi tempat berkumpul, sofa-sofa diganti menjadi yang lebih comfortable dan lebih besar. Sekarang juga keluarga membutuhkan ruang studi untuk anak yang lebih nyaman karena anak-anak sekarang sekolah online dari rumah.

Ke depan hal-hal ini yang akan berubah dalam desain interior di masa-masa seperti ini dan masa sesudahnya. Orang sekarang ini akan banyak melakukan aktivitas yang ada di rumah sehingga pengaruhnya pada interior akan banyak sekali.

'As part of the Gelar Batik Nusantara, Agam Riadi took Indonesia’s treasured heritage and helped place it firmly in the here-and-now.' (Foto: Dok. Agam Riadi)

Pergantian tahun akan segera tiba, apa forecast desain interior di tahun 2021 nanti? Apakah dengan adanya tatanan kehidupan baru akibat pandemi, kemudian mengubah the way of living seseorang, khususnya dalam hal tempat tinggal dan interiornya?
Kalau untuk residensial saya melihatnya kembali ke karakter masing-masing dari penghuninya. Selera-selera seperti model klasik atau gaya-gaya urban tropical yang lebih mencerminkan citra si penghuni, apalagi dengan kondisi di mana orang akan lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. Gaya yang diinginkan lebih mengarah ke personality-nya mereka, ketimbang meniru gaya orang lain. Butuh kejelian desainer interior harus benar-benar menggali apa sih sebenarnya keinginan dari si penghuni atau keinginan mereka untuk rumah itu. Tapi lain halnya kalau untuk commercial space, akan ada pengaruh social distancing, akan ada permasalahan jarak dan juga penerapan peraturan yang lebih jelas.

Kalau sekarang kan masih cuma kursi-kursi ditandai silang-silang karena memang darurat, ya. Tapi untuk nantinya mungkin akan ada pemisah-pemisah, walaupun mungkin tidak selalu dengan bidang yang massive, seperti tanaman atau partisi yang berlubang-lubang agar orang merasa lebih lebih nyaman untuk berada di ruang publik. Dan mungkin akan untuk daerah commercial atau public space orang udah mungkin menyadari bahwa situasi ruang dalam air conditioning itu kurang menyehatkan jadi banyak sekali aktivitas yang akan dilakukan di luar, lebih ke outdoor activity. Menyediakan ruang yang settle, lebih aman dan tertutup serta lebih higienis merupakan tuntutan untuk perkembangan desain interior ke depan.

'A serendipitous amalgamation of styles and interests.' (Foto: Dok. Agam Riadi)

Untuk menyambut tahun baru, wajah baru apa yang akan Anda tampilkan dalam karya Anda berikutnya? Apa saja persiapan Anda menghadapi tahun 2021?
Wah, wajah baru ya. Saya sih sebenarnya sudah mantap dengan garis desain yang saya tekuni saat ini. Saya lebih dikenal dengan gaya ke tropical colonial, lebih dikenal dengan gaya yang kuat mengangkat budaya Asia jadi itu tetap akan saya pertahankan. Karena semakin kita saya gali kekuatan itu, semakin banyak variasi yang bisa muncul. Jadi saya tetep aja bertahan pada gaya ini. Kalau untuk persiapan tahun 2021, saya rasa nggak ada ya, saya mungkin akan lebih fokus pada persiapan untuk manajemen di kantor, saya benahin. Kemudian secara desain, mungkin akan lebih lebih stabil karena memang udah jelas di mana benang merah desainnya.

'Taking inspiration from classic American architecture, Agam Riadi transplanted a corner of America into a residential project' (Foto: Dok. Agam Riadi)

Apa tips Anda untuk pembaca CLARA yang ingin mengubah tampilan rumahnya seiring menyambut tahun 2021?
Kembali lagi ke komentar saya tentang apa saja perubahan interior di masa pandemi ini. Jadi kalau ada pembaca CLARA yang ingin merubah tatanan desain interior, kita melihat lagi apa sih sebenarnya aktivitas yang paling banyak kita lakukan di dalam rumah itu. Jika kita banyak waktu untuk berkumpul dengan keluarga, kita buat living room lebih nyaman, mungkin dengan mengganti permainan warna atau mengganti akustik atau mengganti bahan upholstery furniture mungkin atau mengganti perlengkapan elektronik TV atau audio yang membuat anggota keluarga menjadi betah. Kalau senang berkebun, yang mungkin kita akan perluas teras kita menjadi lebih lapang supaya banyak tanaman kita yang bisa masuk. Jadi banyak sekali yang bisa kita lakukan untuk interior kita menjadi lebih nyaman ketika kita menghadapi masa-masa pandemi ini.

'The concept and idea of bamboo forming the central inspiration in its design and overarching style.' (Foto: Dok. Agam Riadi)

Apa rencana Agam Riadi di tahun 2021?
Rencana saya nggak banyak sih saya akan terus berkarya dan saya melihat bahwa dunia Interior itu adalah satu potensi yang cukup besar. Sejak saya menggeluti dunia interior, saya bisa banyak sekali berinteraksi dengan orang nggak hanya di dalam dunia interior saja tapi dunia arsitektur, dunia art, dunia kuliner dan dunia apapun bisa saya tekuni juga. Saya sangat bersyukur sekali kepada Tuhan Yang Maha Kuasa saya diberikan berkat yang luar biasa bahwa saya bisa melewati tahun 2020 dengan kondisi kesehatan yang cukup baik, kondisi yang dalam tanda kutip “ekonomi” masih bisa berjalan baik. Saya berharap untuk wabah ini bisa segera hilang, kondisi kita menjadi pulih kembali dan kita juga bisa beraktivitas seperti tahun-tahun sebelumnya. Kita juga berharap dan terus berdoa minta pertolongan yang di atas khususnya supaya bangsa Indonesia bangkit melewati masa yang sulit ini.

 

Pembaca CLARA dapat mengikuti aktivitas Agam Riadi di Instagram @agamriadi.