Sesaat sebelum para model berjalan, suara desiran ombak diperdengarkan membuat seluruh tamu merasa berada di tengah lautan, mengarungi ombak. Arung, yang berarti “menyeberang” menjadi tema Bateeq pada koleksi Fall/Winter 19/20 di panggung Fashion Nation XIII. Dalam 20 look, Michelle Tjokrosaputro, sang desainer, mencoba menceritakan sejarah perdagangan komersial Indonesia yang pada akhirnya memberikan pengaruh pada jalur perdagangan di Asia Tenggara. Ready to sail??

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Senayan City (@senayancity) on

 

Ada 3 motif batik yang sekaligus dipakai oleh Michelle untuk koleksi kali ini, Kawung, Parang, dan Banji. Kawung bernuansa geometric, Parang sebagai lambang kesinambungan, dan Banji lambang murah rezeki. Semua digabung menjadi motif Sindhu yang terinspirasi dari batu dan pepohonan secara abstrak, dan Swarnadipha yang menggambarkan pencarian tentang sesuatu yang berharga di tempat yang baru.

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by bateeq (@bateeqshop) on

 

Dalam siluet asimetrik, lambang pelayar seperti scarf menghiasi koleksi ini. Walau unik, namun saya dapat membayangkannya dikenakan sehari-hari berkat warna-warna netral seperti maritime blue, port royale maroon, forest night green, dan merah coral yang digunakan. Again, another surprise from Bateeq of how Batik can turned into!