5 Mistakes in Celebrating Valentine's Day

14 Februari. Tanggal yang mungkin dinanti-nanti. Bagi kebanyakan pasangan, hari kasih sayang tersebut memang sudah sepantasnya dirayakan. Ada yang menyiapkannya dengan sepenuh hati, berusaha untuk membuat malam tersebut berarti. Namun, beberapa hal di bawah ini mungkin kerap kali terabaikan dan berujung pada ketidaknyamanan atau bahkan pertengkaran. You surely do not wanna ruin your date, do you? Let me give you some advices. 

Wearing uncomfortable outfit

"It's a special day to impress," katanya. Rela melakukan diet ketat demi dapat mengenakan pakaian dengan bentuk slim fit. Atau, sepatu berhak tinggi hingga 12 cm demi kaki jenjang yang dapat terpajang manis di media sosial. Tampil menawan, namun kehilangan kenyamanan. Makanan yang ada di atas piring saja mungkin tidak berani dihabiskan. Padahal hari spesial tersebut mungkin sepantasnya dirayakan dengan rileks dan santai, penuh dengan canda dan tawa. Kalau sedang jaga image, tertawa lebar saja rasanya sungkan, ya? Dan, untuk para pria. Percayalah, rongga antar kancing karena terlalu sesak sungguh tidak seksi.   

Going to all-you-can-eat or buffet concept restaurant

Saya pernah mencoba kencan spesial di restoran milik salah satu hotel bintang lima dengan konsep all-you-can-eat. Makanan yang disajikan lezat. Pemandangan malam dari ketinggian lantai 52 mendukung suasana romantis. Namun, satu-satunya yang merusak adalah waktu yang saya dan pasangan harus habiskan untuk bolak-balik mengambil makanan. Apalagi, harus tukar giliran karena saling menjaga barang bawaan. Untuk merayakan hari spesial, mungkin pilihan yang dapat saya rekomendasikan adalah bersantap di sebuah restoran dengan set menu dari appetizer, main course, hingga dessert diantarkan langsung ke meja. Sungguh, ketimbang harus makan dengan konsep yang satu tadi, saya lebih memilih memakan pizza di rumah dengan pakaian tidur sembari berdiskusi ringan atau menyaksikan film kesukaan.

Late book

Percayalah, bukan hanya Anda yang berpikir bahwa tanggal 14 Februari adalah hari istimewa untuk dirayakan. Jika Anda tinggal di ibu kota, mungkin Anda harus berburu restoran dan hadiah untuk mendapatkan semua sesuai dengan yang diinginkan. Tak jarang saya mendengar cerita teman yang harus terpaksa mengunjungi tempat yang bahkan tidak pernah diketahuinya sebelumnya untuk tetap dapat merayakan Valentine's day. Atau, rela merogok kocek lebih demi membelikan bunga yang sesungguhnya sangat biasa. Itupun jika sang penjual masih mau menerima pesanannya. 

Focusing on your phone

Asli, ada teman saya yang bahkan melakukan live di Instagram ketika sedang kencan bersama pasangannya. Mereka berdua memang tampak asik dan senang melakukannya, jadi tidak ada yang dirugikan. Namun, rasanya itu bukanlah hal yang lazim terjadi dengan pasangan lain, bukan? Rasanya kesal ketika pasangan tertangkap sedang bermain game atau sekadar menyaksikan Instagram story. Padahal, saya pun kerap kali menemukan diri sedang mengedit foto untuk kemudian di-post di Instagram. Tidak ada bedanya. Kalau saya bisa, rasanya saya ingin mematikan telepon genggam pribadi dan pasangan setidaknya selama dua jam. Let's try, shall we?

The biggest mistake

Empat poin di atas adalah kesalahan yang kerap Anda lakukan ketika merayakan hari kasih sayang. Namun, menurut saya pribadi, kesalahan terbesar adalah ketika Anda meyakini hari tersebut sebagai satu-satunya hari untuk memperlakukan orang yang Anda kasihi secara spesial. Seolah-olah untuk mengajaknya ke sebuah restoran atau membawakan seikat bunga lengkap dengan surat berisi kata-kata romantis hanya dapat dilakukan pada tanggal 14 Februari. Lalu, bagaimana dengan sisa 364 hari?

Atau, bagaimana jika pasangan Anda terpaksa harus lembur di tanggal tersebut? Atau, mungkin mereka tidak memiliki pandangan yang sama tentang Hari Kasih Sayang? Karena menurutnya, setiap hari bersama Anda merupakan hari yang spesial. Karena menurutnya, semua hari adalah berbicara tentang kasih sayang. Apakah semua hal baik dan tulus yang dilakukan selama 364 hari lain menjadi tidak bermakna? Apakah jauh lebih penting aksi romantis yang dapat ditampilkan media sosial dibandingkan dengan waktu yang selalu disempatkannya untuk menanyakan kabar di tengah kesibukan? Sungguh, coba pikir kembali.