Travel Better, Choose Better

Common Sense

Akhirnya kita sampai juga di penghujung bulan Juni, menjadi penanda bahwa setengah perjalanan dari tahun 2026 ini telah selesai kita jalani. Dan artinya dipertengahan tahun ini kita berhak mengambil rehat sejenak, sebelum kita akan berlari lagi untuk mengejar setengah tahun terakhir untuk menuju penghujung tahun 2026.

 

‘Rehat’ maknanya bisa berhenti sesaat dan menarik nafas, atau menukar suasana untuk meredakan pikiran dan mencari inspirasi. Maka apa biasanya yang akan kita lakukan? Ya, traveling menjadi langkah satu-satunya untuk rehat. Namun jangan salah ambil langkah! Karena salah dalam memilih partner dalam traveling, bisa-bisa fatal akibatnya.

 

Berawal ingin merelakskan pikiran, malah terjebak dalam situasi sulit yang membebani pikiran. Mengapa demikian? Karena umumnya teman main kita yang biasa kita temui setiap akhir pekan, belum tentu merupakan teman untuk traveling. Karena manusia umumnya setelah 72 jam akan kembali ke asalnya. Maksudnya adalah kita akan menemui karakter orang itu yang sebenarnya, ketika kita melalui 3 hari bersama dalam keadaan senang dan sulit.

 

Tentu ketika traveling tidak selamanya kita menemui suasana dan kondisi tempat yang seperti kita inginkan, dan membuat kita harus beradaptasi dengan tempat tersebut. Nah disinilah karakter seseorang tersebut diuji, bagaimana ia bisa berdamai dengan keadaan dan menerima segala sesuatu dengan lapang dada. Tanpa melampiaskan suasana hati yang negatif dan membuat suasana disekitar menjadi turut terganggu.

 

Sementara banyak hal lainnya yang harus dijaga ketika traveling bersama. Semisal tidak terlalu banyak mengatur dan mendominasi suatu program acara, karena bisa jadi membuat tidak nyaman orang lain. Maka alangkah baiknya ketika hendak berpergian suatu program sudah ditetapkan dengan keputusan bersama tanpa ada paksaan.

 

Begitu pula dengan pembagian pembayaran akomodasi atau bill restoran misalnya, itu harus dibuat dengan sangat transparan. Jangan sampai akhirnya malah merugikan salah satu orang, dan membebani anggota traveling lainnya. Sebenarnya ketika traveling bersama grup keluarga atau teman banyak sekali hal yang harus ditoleransikan, jika dibanding ketika traveling sendiri.

 

Traveling sendiri mungkin lebih bebas, dan kita dapat menentukan waktu kapan harus beristirahat dan kapan kita harus berpindah destinasi. Namun jika kita traveling dengan orang yang tepat, hal tersebut akan menjadi memori bersama yang terlupakan, bahkan membuat hubungan satu sama lain semakin erat.      

 

Foto: Element 5 – Pexels.com