Suatu hari teman saya melontarkan pertanyaan dalam grup WhatsApp yang membuat saya menyadari satu hal: “Guys, bulan ini gue lagi banyak dapat undangan pernikahan, menurut kalian gue beli aja beberapa baju untuk sekalian stock di rumah atau sewa aja jadi bisa ganti-ganti?” If you are familiar enough with this thought, you probably already noticed the currently trending: Renting Trend.

 

Jasa penyewaan pakaian, tas, maupun aksesori yang menyediakan baik merek lokal maupun brand high-end internasional semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selain mengurangi waste dari pakaian yang tidak terpakai dan overly-produced garments, tren sewa ini juga cukup menguntungkan jika dilihat dari biaya yang dikeluarkan untuk tampil modis dalam acara tertentu. Bahkan dalam beberapa platform, biaya penyewaan hanya dikenakan 10% dari biaya asli pakaian tersebut.

 

Di Jakarta dan banyak kota besar di Indonesia pun sudah banyak jasa penyewaan pakaian, yang pantas saja membuat teman saya melirik pilihan ini. So who are they?

 

Style Theory

Style Theory Box (Foto: Dok. Style Theory)

Berasal dari Singapura Style Theory sudah masuk dan bertahan di Indonesia sejak November 2017. Ada lebih dari 50.000 baju dapat dipinjam dari platform ini, mulai dari merek lokal hingga internasional! Karen Millen, Ted Baker, BCBG Max Azria, dan masih banyak lainnya dapat dipinjam secara bergilir dengan harga mulai dari Rp590.000 per bulan (which is a very good deal). Belakangan ini, Style Theory juga mendapat dukungan dana sebesar 15 juta US dollar dari SoftBank Ventures Asia, yang membuat saya berpikir akan ada lebih banyak lagi pilihan pakaian yang tersedia.

 

The Dresscodes

Vera Wang Dress. (Foto: www.thedresscodes.com)

Platform penyewaan pakaian yang satu ini sudah saya alami sendiri manfaatnya lantaran sudah pernah memakai jasanya. Untuk kakak saya, lebih tepatnya ketika memilih The Dresscodes untuk gaun putihnya. It’s a one stop destination for the bride-to-be, I may say. Ada banyak pilihan yang tersedia mulai dari merek internasional seperti Vera Wang, Monique Lhuillier, dan Herve Leger, sampai merek lokal seperti Yefta Gunawan, Sapto Djojokartiko, dan juga Monica Ivena.

 

 

Tinkerjoy

Tinkerjoy Box (Foto: www.rentals.tinkerlust.com)

Mirip dengan Style Theory, Tinkerjoy merupakan platform penyewaan pakaian sehari-hari namun berasal dari Indonesia. Tinkerjoy adalah fitur baru yang dikeluarkan Tinkerlust beberapa saat lalu. What I love about Tinkerjoy is, there's a stylist to pick you stuffs for you to wear, and the surprise that comes along with the box. Diawali dengan Style Quiz untuk menentukan gaya personal Anda, stylist di Tinkerjoy akan mencarikan dan mengirimkan 5 pakaian pada setiap pengiriman untuk Anda kenakan. And don’t worry, you can return and swap the clothes whenever you like! Dorothy Perkins, Maryalle, Michael Kors, hingga Roberto Cavalli bisa Anda kenakan mulai dari Rp450.000 per bulannya.

 

Rentique

Rentique Application (Foto: Rentique Application)

Jujur saja, ini adalah aplikasi yang membuat saya kecanduan untuk membukanya setiap hari. Aplikasi sewa pakaian ini memang terbilang baru, namun bagi saya terasa cukup mudah dalam penggunaannya. Pakaian hingga aksesori yang terus bertambah setiap minggunya membuat saya menaruh banyak wishlist dalam aplikasi ini. Berbeda dengan platform yang lain, Rentique dapat disewa satuan dengan kurun waktu yang cukup singkat, mulai dari Rp80.000 / 4 hari.  Merek yang tersedia untuk disewa termasuk Kami, KeepSake The Label, MYVB Atelier, hingga BCBG Max Azria.  

 

Dikelilingi banyak platform penyewaan pakaian dan aksesori ini membuat saya sangat bersyukur hidup di zaman ini. Memang banyak pro dan kontra untuk rental service dalam dunia fashion, tapi tidak dapat dipungkiri ini merupakan jawaban dari kebutuhan wanita di zaman ini. Have you tried this renting trend?