September: Tahun Baru Untuk Ranah Mode

Beastie Vanity

Bulan September yang katanya menjadi ‘tahun baru’ bagi ranah mode dunia, secara nyata dibuktikan oleh Indonesian Fashion Designer Council (IFDC) yang pada bulan September ini selama satu bulan menggelar perhelatan secara back-to-back. IFDC yang juga sebagai IPMI, pada bulan ini tak hanya mempresentasikan kreativitas para anggotanya saja, tetapi juga menunjukkan kepedulian mereka dengan menciptakan suatu item yang dijual dengan bertujuan untuk mengumpulkan dana untuk para korban bencana alam NTT.

 

Asosiasi mode pertama di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1985 ini, mengawali rangkaian acara dengan membuka sebuah Pop-Up Store di Lower Ground, Senayan City. Sebuah gerai temporary, yang resmi dibuka pada tanggal 2 September 2026 hingga 30 September 2026. DRAFT IFDC Pop-Up Store Installation ini menawarkan 22 kemeja putih rancangan 22 desainer IFDC ini merupakan hasil kolaborasi antara IFDC dan Cotton USA, yang mana para desainer IFDC bebas berkreasi diatas bahan katun berlabel Cotton USA, dan hasil penjualan akan disumbangkan untuk para korban bencana alam di NTT.

Sementara berselang dua minggu kemudian, bersamaan dengan anniversary Senayan City, IFDC juga menggelar GAYA Archive : Chapter 4 yang merupakan program tahunan IFDC dalam mengelar fashion installation dari tanggal 18 September hingga 27 September 2026. Instalasi busana yang menampilkan koleksi archive dari 23 desainer IFDC ini dipresentasikan dibawah tema empat musim, yaitu spring, summer, fall dan winter yang dalam hal ini untuk set design intalasi didukung oleh Lotus Design. Adapun tujuan digelarnya fashion installation ini agar para generasi muda di negeri ini dapat melihat perjalanan mode di tanah air.

 

Berselang satu minggu kemudian tepat di tanggal 24 September 2026, IFDC menyajikan acara puncak yang dikemas dalam judul acara Kanvas Budaya : Satu Napas, yang dipresentasikan diatas panggung Fashion Nation. Pergelaran busana yang merupakan hasil kolaborasi antara IFDC dan Bakti Budaya Djarum Foundation ini mengawinkan antara Batik Kudus sebagai warisan bangsa dan denim yang dikenal sebagai salah satu unsur moderenitas.

 

Rangkaian acara yang digarap secara langsung oleh para desainer IFDC ini menunjukkan bahwa fashion tidak hanya sebuah ranah berbalut glamorama semata, namun melalui aktivitas ini membuktikan bahwa ranah fashion peduli pada warisan bangsa, kepedulian sosial dan juga pendidikan.

 

Foto : dok.IFDC