“Raya” tentu mendengar kata tersebut langsung membawa ingatan seluruh umat muslim kepada momentum kebersamaan bersama keluarga yang menjadi hari pencapaian setelah satu bulan berpuasa menahan nafsu, amarah, haus dan lapar. Ya, maka menjadi suatu hal yang amat penting untuk dipersiapkan dengan begitu seksama. Salah satu yang paling utama adalah dari penampilan.
Bagi para penikmat mode di negeri ini tentu tak perlu khawatir akan persiapan tersebut, karena para desainer di tanah air telah memikirkan hal tersebut dari jauh hari. Salah satunya desainer dan publik figur Ivan Gunawan yang sejak beberapa tahun yang lalu telah mempersiapakan sebuah platform khusus yang diberi nama Garis Poetih.
Acara mode yang membawa para desainer tanah air untuk mempresentasikan karyanya khusus untuk menyambut hari raya ini, telah secara konsisten diadakan sejak beberapa tahun terakhir. Dan tahun ini Ivan Gunawan menggelarnya selama tiga hari berturut-turut, pada tanggal 29, 30, 31 Januari 2026 yang lalu.
Perhelatan yang menggambil lokasi di City Hall – Pondok Indah Mall 3 ini, berhasil membawa para penggemar modestwear untuk konsisten menghadiri fashion show yang setiap harinya diisi oleh tiga jenama berbeda. Baik diperuntukkan oleh wanita maupun pria. Adapun nama-nama yang tergabung dalam acara ini antara lain adalah Ria Miranda, Barli Asmara, dan Khanaan. Sementara Ivan Gunawan sendiri membawa tiga label miliknya sekaligus yaitu, Mandjha, Ivan Gunawan Prive, dan Ivan Gunawan Deluxe.
Dengan layout tata panggung dan multimedia yang spektakuler, menunjukkan bahwa semakin tahun Garis Poetih kian meninggikan standarnya. Keseriusan platform ini sebagai wadah presentasi untuk para desainer dan jenama yang telibat tentu memberikan semangat tersendiri. Hal ini terlihat dari rangkaian koleksi yang ditampilkan dalam presentasi di tiap sesinya.
Setiap jenama tentu memiliki keunggulannya masing-masing dalam presentasinya, namun satu hal yang menjadi highlight dalam kesempatan itu adalah dengan adanya tribute show untuk desainer Almarhum Barli Asmara. Presentasi busana yang tak hanya bermotivasikan untuk berjualan, namun juga sebuah apresiasi dan kerinduan akan karya sang desainer yang terkenal ramah dan baik hati.