Ode to An End

Seharusnya Anda berbahagia memuji sebuah akhir, justru di tahun yang baru ini.

Ketika banyak orang bersorak riuh gempita menyambut datangnya tahun baru dengan sebuah harapan baru yang lama yang tak pernah terwujud, maka mungkin sebaiknya Anda tak turut dalam keriuhan cliche yang sejujurnya tak pernah baru itu.

Marilah Anda dan saya bernyanyi menyambut sebuah akhir untuk membuat Anda dan saya menjadi manusia yang lebih bernilai. Bernilai dulu untuk diri sendiri. Orang lain nanti saja dulu, persis seperti Anda yang harus terlebih dahulu memasangkan masker oksigen di kapal terbang sebelum menolong orang lain, ketika kadar oksigen tiba-tiba berkurang.

Nah, ini ada 5 hal yang akan saya akhiri tahun ini.

1. Saya mau mengakhiri hidup dalam satu dunia. Tahun lalu saya masih tak mengerti soal DWP, WTF, tahun ini saya mau berusaha mengerti bukan berusaha untuk menyukainya. Sebab kesukaan saya masih soal keroncong dan Billy Holiday. Tindakan mengakhiri ini hanya untuk satu cita-cita. Saya tak mau mati dengan rasa jengkel yang sangat hanya gara-gara tak mau mengerti.

2. Saya mau mengakhiri sebuah rasa cinta. Saya mau lebih mengasihi bukan mencintai. Mengertikah Anda soal keduanya? Kalau tidak, jalani saja hidup ini nantikan Anda tahu bedanya, antara Dilan dan Anda.

3. Saya mau mengakhiri hidup hanya di dunia saya sendiri. Saya mau lebih membuka diri dan melihat kebutuhan orang lain. Kecuali orang itu tak suka dilihat kebutuhannya. Kalaupun saya membuka diri dan membantu, itu tak dimaksudkan untuk menebus rasa bersalah menjadi manusia egois selama ini.

4. Saya mau mengakhiri untuk mengikuti the game of life. Kalau hidup menyusahkan, saya harus menggunakan antidot sukacita. Bukankah kalau saya batuk, saya akan melakukan sesuatu membuat saya tidak batuk lagi, dan tidak malah turut dalam kebatukkan itu?

Nah, terakhir yang juga ingin saya akhiri adalah...

5. Saya mau mengakhiri untuk menjadi goblok.