New Year Resolution No. 1: Don't Overexpose Your Skin to Acid!

Beastie Vanity

New year, new me. Tahun baru kulit muka harus segar bersih dari kotoran-kotoran di tahun 2019. Ekfoliasi menjadi salah satu ritual yang paling diandalkan oleh semua orang. Cara mudah dan cepat untuk membuat kulit wajah terlihat dewy dan cerah. Pada dasarnya, ada dua cara untuk melakukan eksfoliasi, yaitu dengan physical exfoliator seperti scrub atau chemical exfoliator dalam bentuk cairan. Banyak orang memilih mengunakan liquid exfoliator (face acid) karena hasilnya yang lebih efektif dan mudah digunakan.

Biasanya face acid yang sering digunakan adalah glycolic acid (AHA), salicylic acid (BHA), dan lactic acid. Pilihan acid disesuaikan dengan jenis kulit masing-masing individu. Sebuah tren skin care yang terjadi bertahun-tahun, mulai dari moisturizer, serum dan toner banyak yang megandung acid ini. Saya sendiri adalah penguna setia dari face acid. Namun, setelah menggunakannya selama bertahun-tahun, kulit justru terasa lebih sensitif dan mudah sekali iritasi.

Saya termasuk orang yang gemar merawat kulit wajah tanpa harus rutin perawatan khusus di dokter kulit atau klinik kecantikan. Namun, tahun kemarin akhirnya saya memutuskan untuk ke dokter kulit karena kondisi wajah yang merah dan gatal sekali. Lalu, dokter mengatakan saya terkena atopic eczema yang membuat kulit saya kering, merah, dan gatal. Dokter meminta saya berhenti dulu mengunakan face acid yang mengakibatkan kulit ini menjadi sensitif.

Sesungguhnya, ketika digunakan pada konsentrasi yang tepat, acid adalah bahan yang paling bermanfaat dalam perawatan kulit. Well, in my case, I am probably using it too much! Anda tahu bagaimana sepotong cokelat terasa sangat memuaskan, sehingga Anda tidak bisa berhenti untuk memakannya. Itu analogi yang tepat untuk menggambarkan hubungan saya dengan face acid. I love it too much, I use (or, used) it too much. Yes, it does all the dewy magic overnight, and we just can't stop using it. But, once we overuse it, it loses all its magic. Well, we’re all human, right? We are born to make mistakes. 

So, let me tell you some few things to avoid the same mistakes. Berikut adalah tanda-tanda kulit Anda terlalu banyak menggunakan acid exfoliator (dan, berarti Anda perlu beristirahat sejenak darinya).

Iritasi
Efek samping pertama dari penggunaan yang berlebihan adalah iritasi kulit, khususnya sensasi menyengat atau terbakar. Kulit tampak merah atau terkelupas, atau terasa gatal, kencang, atau sakit saat disentuh.

Breakouts
Peningkatan jumlah jerawat yang sangat umum terjadi pada wanita pre-menopause atau jika Anda sudah mengunakan terlalu banyak produk berbasis AHA.

Sensitization
Dalam jangka panjang, efek samping termasuk sensitisasi kulit (reaksi alergi terhadap acid), dan akumulasi melanin (bintik hitam) jika kulit terpapar dengan sinar UV tanpa perlindungan.