Mengapa dalam hidup ini segala sesuatunya harus bernegosiasi? Ketika saya masih kecil dulu, saya selalu tak mengerti kepada ibu saya selalu menghabiskan waktu di pertokoan atau pasar untuk menawar harga untuk sesuatu yang akan dibeli. Bahkan tak jarang pula saya melihat ibu saya kerap membuat sang penjual geram, karena barang dagangannya ditawar dengan semena-mena. Dan seringkali saya merasa iba dengan sang penjual, hingga setelah keluar dari toko tersebut saya memarahi ibu saya karena selalu menawar. Ketika itu saya menganggap ibu saya orang jahat.
“Kenapa mama jahat sekali sama orang lain?” Ibu saya hanya berkata “namanya juga orang jualan, ya biasa ditawar”. Saat itulah saya berpikiran kenapa orang dewasa suka sekali mempersulit antara satu sama lain. Hingga saya pun menanamkan pemikiran bahwa ketika nanti saya dewasa, saya tidak akan mempersulit orang lain. Saya tak akan menawar jualanan orang lain, dan saya akan menerima apa pun yang orang lain akan berikan. Ketika itu saya berpikiran bahwa kalau saya tidak mempersulit orang, maka orang lain pun tak akan mempersulit saya.
Ternyata seiring perjalanan saya dewasa, dan masuk ke dunia pekerjaan yang sebenarnya, barulah saya dipertemukan dengan berbagai jenis karakter manusia. Bahwa kepala manusia boleh sama-sama berwarna hitam, tetapi pola pikir manusia ternyata berjuta macamnya. Manusia itu beragam pemikirannya dari yang jujur apa adanya, hingga yang berwujud serigala berbulu domba. Ya, manusia itu tak bisa dipercaya! Mereka cenderung memanfaatkan kebaikkan orang sebagai kelemahan.
Mungkin hal inilah yang melandasi mengapa negosiasi itu amat diperlukan dalam berbagai hal. Mulai dari berbelanja di pasar, hingga bernegosiasi dalam berbisnis. Negosiasi tak hanya sekedar untuk mendapat cuan, melainkan juga untuk menempatkan value akan suatu effort pekerjaan dan prestasi. Selain itu negosiasi juga untuk melindungi seseorang akan perlakuan dibawah standar yang seharusnya.
Jadi artinya mengapa Ibu saya dulu selalu menawar harga, maksudnya adalah agar tidak dibohongi oleh penjual yang menaruh harga tinggi demi keuntungan pribadi. Sementara dari sisi penjual adalah untuk mengantongi keuntungan lebih banyak untuk kepentingan perputaran bisnisnya. Artinya setiap manusia pasti mempunyai kepentingan, maka demi kepentingan pribadi tersebutlah maka segala jalan kerap dilakukan. Cuma yang perlu diperhatikan disini adalah jangan pula negosiasi tersebut justru membuat Anda kehilangan kesempatan. Alih-alih pasang tarif tinggi, malah jatuhnya mengintimidasi.
Foto oleh Pavel Danilyuk