Lesson From a Pandemic #3: Focus on Your Own Progress

Tidak usah pusing dengan mereka, cukup dirimu sendiri dulu saja.

Seperti yang mungkin pernah saya katakan dalam tulisan saya sebelumnya, saya adalah sosok yang kurang percaya diri. Namanya juga manusia, cenderung suka berkompetisi. Jika sedang berada di dalam studio kebugaran, saya terlalu fokus dengan pencapaian orang sehingga saya lupa bahwa saya adalah manusia yang berproses. Mereka yang mampu membentuk suatu posisi tertentu secara sempurna tentu tidak mendapatkannya dalam satu malam, bukan? Mereka pun manusia. Mereka pun berproses. Anda tidak bisa membandingkan hari pertama Anda dengan apa yang sudah mereka lakukan bertahun-tahun lamanya.

Ketika diharuskan untuk menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, saya pikir ini adalah waktu yang tepat untuk menaruh fokus hanya pada diri sendiri. Tidak usah pusing dengan apa yang orang lain lakukan di luar sana. Hanya saya yang bisa melihat pantulan diri dari cermin itu. Hanya saya yang bisa tertawa jika memang posisi saya belum benar. Namun, saya berjuang. Saya tidak menyerah. Saya memberi ruang untuk bertumbuh pada diri saya sendiri. Saya manusia yang berproses. Itu yang selalu saya (coba) ingat. Hari berubah menjadi minggu. Apa yang tidak bisa saya lakukan sebelumnya, menjadi sesuatu yang dapat saya capai dengan mudah. 

Ya, tidak bohong, media sosial membuat ini semua terlihat seperti angan-angan saja. Hanya dengan sedikit sentuhan di layar, Anda kembali membandingkan diri dengan mereka yang sudah memiliki badan jauh lebih baik dari bulan sebelumnya. Anda kembali membandingkan diri dengan mereka yang sukses membuat hidangan lezat untuk seluruh isi keluarga, sedangkan yang dapat Anda lakukan hanyalah memasak mie instan. Anda kembali membandingkan diri dengan mereka yang usahanya masih terus berjalan dengan aman, sedangkan Anda sedang mati-matian berjuang untuk tetap membayar gaji karyawan. 

Lalu, apa yang perlu Anda lakukan selanjutnya? Beristirahat. Mengambil waktu dan jarak sejenak dari mereka di luar sana. Terkadang isolasi itu baik. Memang, jangan terlalu lama karena pada dasarnya manusia memang diciptakan untuk berinteraksi dengan sesama. Namun, isolasi memberi ruang untuk berfokus hanya pada diri. Isolasi mengizinkan pikiran untuk tidak terus membandingkan. Jika Anda perlu langkah ekstrem, sungguh tidak masalah jika harus rehat dari media sosial sejenak. Percayalah, apa gunanya validasi dari orang lain jika Anda tidak dapat memvalidasi diri sendiri.