Ketika Realita Hidup Menghancurkan Imajinasi Indah

Sungguh hal yang wajar, jika Anda dan saya mempunyai pandangan tersendiri terhadap sebuah kehidupan, terutama cinta. Sebuah harapan yang sudah dipupuk dan ditanam sejak kecil, ingin mempunyai kehidupan di masa depan yang seperti apa, pekerjaan impian seperti apa, berpasangan dengan siapa yang sesuai dengan ekspetasi kita. Ah! Betapa indahnya jika hal-hal tersebut dapat terealisasi di kehidupan nyata.

Tanpa disadari, kita sebenarnya sedang membuat tuntutan dan ekspetasi tidak realistis terhadap orang yang mungkin akan membuat kita jatuh cinta nanti. Ketika bertemu dengan orang yang kita rasa adalah sosok sempurna yang kita idamkan tersebut, secara tidak langsung, kita sebenarnya sedang jatuh cinta dengan khayalan yang kita ciptakan sejak kecil. Namun, dunia tidak seindah imajinasi fiktif yang Anda dan saya harapkan. Seringkali, kekecewaan dan kerasnya dunia nyata membuat kita harus membuka mata. Ketika seseorang tersebut 'berubah', kita merasa kecewa dan tertipu. Harapan kita terhadap orang tersebut tidak sesuai dengan gambaran yang kita inginkan. Reality crash is real! 

Salah satu hal yang dapat menggambarkan keadaan ini bagi saya adalah keadaan pasca putus cinta. Begitu mencekam dan pahit ketika sesuatu tidak sesuai dengan apa yang mungkin Anda dan saya inginkan, sampai-sampai, air mata keluar dengan sendirinya tanpa kita sadari. Perasaan-perasaan seperti kangen, benci, kecewa, marah dicampur aduk menjadi satu. Membuat kita lelah secara emosi. Seperti ingin melarikan diri dari dunia yang keras ini. Anda berhak menyalahkan keadaan sekitar dan merasa dunia ini tidak adil. Silakan berdrama ria dan melampiaskan segala emosi negatif Anda.

Saya pribadi, pernah mengalami keadaan tersebut dan jujur saja, saya memerlukan keberanian yang sangat besar untuk dapat menulis artikel ini. Di tengah tekanan dunia di mana sosok pria dituntut untuk selalu menunjukkan kepribadian yang jantan, maskulin, dan berwibawa. Nampaknya, bagi seorang pria untuk mencurahkan sebuah perasaan merupakan sesuatu yang jarang ditemui, bahkan terlihat aneh.

Saya pribadi, memandang tulisan ini sebagai sebuah keberanian dan kejujuran untuk mengakui setiap kesombongan dan kelemahan saya sebagai seorang individu. Bahkan, monster dalam diri saya yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

"Love could bring the best and the worst of us without notice."

Jika Anda sampai pada tulisan ini, terlepas dari keadaan apapun yang Anda alami sekarang, Ketahuilah, ini bukanlah sebuah motivasi untuk Anda baca, melainkan sebuah peringatan atau pengingat bagi Anda yang sedang berjuang sekarang. Ketika realita tidak sesuai dengan harapan indah Anda, apa yang Anda akan lakukan? Saya memilih untuk bangkit, belajar dari kesalahan, dan menjadi pribadi yang lebih baik.  Bagaimana dengan Anda? They say pain is the best teacher to teach us a lesson. For me, it surely did!