Bali di bulan Juni sampai Agustus adalah Bali yang paling bersahabat berdasarkan cuacanya. Musim dingin di Australia meniupkan angin sejuk kdisana. Dengan matahari yang tetap bersinar galak, hembusan angin dari Selatan terasa menyejukkan. Terutama di Ubud, pagi dan malam hari, seperti yang baru-baru ini saya rasakan.

Terinspirasi oleh bahasa Sansekerta untuk bejana atau kendi berisi air suci yang melambangkan kemurnian juga pembersihan diri secara spiritual dan memeberikan kesegaran setelahnya, nama Kamandalu dipakai oleh sebuah resor yang berada di lereng Bukit Ubud dan berbatasan langsung aliran Sungai Petanu di Kabupaten Gianyar tentunya dengan harapan para tetamu mendapatkan kesegaran setelah berlibur disana.

Dikelilingi hutan tropis yang hijau dan keindahan alam yang menenangkan, private poolvilla di Kamandalu Ubud menjadi ruang personal yang damai untuk beristirahat dan menyegarkan diri. Setiap vila dirancang secara detail untuk menghadirkan ketenangan dan membuatpara tamu kembali terhubung dengan diri sendiri, menikmati ritme Bali yang lembut, serta menciptakan momen intim dalam privasi yang sempurna.

“Kamandalu Ubud bukan sekadar destinasi, melainkan tempat di mana para tamu dapat benar-benar merasakan jiwa Bali sambil menikmati kenyamanan dan eksklusivitas sebuah luxury retreat,” ujar Francisca Widjaja, Director of Sales and Marketing Kamandalu Ubud. “Setiap pengalaman kami hadirkan secara khusus untuk menciptakan momen bermakna dan kenangan yang tak terlupakan, baik melalui pengalaman romantis, wellness, budaya, maupun perjalanan kuliner.”



Ada Chaya Spa, sebuah private villa spa yang dirancang sebagai sanctuary untuk pemulihan holistik dan peremajaan diri secara menyeluruh. Dikelilingi suara alam yang menenangkan dan panorama tropis khas Ubud, para tamu diajak menikmati ritual spa yang terinspirasi dari tradisi penyembuhan Bali kuno. Ada dua lokasi yang ditawarkan. Di dalam ruangan tertutup atau ruang terbuka yang dikelilingi hutan.

Sedangkan untuk santapan, Kamandalu memiliki tiga tempat makan dengan berbagai karakter dan jenis sajian yang berbeda, Petulu Restoran, Aira Cafe dan Awana Pool and Lounge. Selain beberapa spot yang langsung menyatu dengan alam dimana kita dapat merasakan sarapan di tengah hutan, sarapan apung di kolam renang dengan pemandangan sawah, ataupun makan malam romantis dengan cahaya lilin di bawah bintang-bintang.

Bisa dikatakan, jika Anda sama seperti saya, yang lebih memilih berleha-leha di tempat menginap daripada jalan-jalan keluar, Kamandalu terasa menyenangkan. Bosan diam di kamar, kita bisa berenang. Malas berbasah-basah, kita bisa menikmati Swing Forest, berupa ayunan bergaya tempat tidur yang tergantung di atas lembah Sungai Petanu yang rimbun dan berfoto-foto disitu. Foto-foto juga bisa dilakukan di kolam Koi. Dimana kita berperahu sambil memberi makan ikan di kolam. Dan ketika malam tiba tapi perut masih penuh, jangan khawatir. Nonton film di layar tancap bisa menjadi pilihan. Hanya dengan membayangkan kembali pengalaman disana sambil menulis, saya dapat merasakan kehangatan Kamandalu.