In Love at Home #1

Movies are staple at this moment. Here to stay, here's a few recommendation to sooth your soul.

Sudah berapa hari Anda mengurung diri di rumah? Seberapa besar rasa ingin menginjakkan kaki keluar? Sayangnya semua ini belum bisa dilakukan. Setidaknya sampai keadaan di luar sana membaik. Tapi seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, jangan khawatir dan lawanlah.

 

Di sini juga Anda tidak perlu susah mencari–cari apa yang harus dilakukan, karena In Love At Home yang akan melakukan semua pekerjaan soal memberi ide. Di episode pertama ini, saya ingin Anda coba memperluas lagi spektrum visual Anda dalam mengonsumsi tontonan. Jangan khawatir akan bertemu series klise seperti Crash Landing on You. Di sini saya sendiri akan membagikan pengetahuan yang saya pelajari secara otodidak selama periode work from home ini (setidaknya menurut saya), dirancang khusus untuk Anda yang terperangkap dalam jebakan kebosanan.

 

Di kesempatan in, sekiranya saya ingin memulai dengan series atau biasa disebut drama dan film dari Asia. Voila, In Love at Home presents a to watch list for those bored souls.

 

Hi, Bye Mama (Korean Drama)

Di list yang pertama saya akan mulai dengan kreasi negeri ginseng. Ya, ini adalah sebuah series Korean drama yang dibintangi oleh Kim Tae Hee. Drama perdana setelah dia menikah. Sebenarnya yang membuat saya menonton drama ini, karena kabar bahwa aktor cilik pemeran anak perempuan cantik dan imut itu adalah seorang lelaki. Shocking, for sure. Tapi, setelah menonton dua episode, jalan cerita yang ditampilkan terasa asing, but in a good way. Berkisah tentang seorang ibu (Kim Tae Hee) yang secara ajaib kembali dari kematian setelah menjadi hantu. Saat menjadi hantu selama lima tahun ia hanya bisa mengamati anak semata wayangnya, tapi sekarang ia bisa berbicara dengannya bahkan menyentuh dan memanggil namanya. Sayang sekali, anaknya bahkan tidak tau dia siapa dan ia harus menerima kenyataan bahwa suaminya telah menikah lagi. Tapi kembali menjadi manusia, ia hanya memiliki waktu 49 hari sebelum kembali lagi menjadi hantu. Fantasi sekali, bukan? Yang pasti bukan bagian fantasinya yang membuat saya mencintai drama ini, melainkan cara penyampaian ceritanya yang lumayan menghabiskan tissue dan kepedihan yang terlihat jelas dari para aktornya. 

 

Hospital Playlist (Korean Drama)

Kisah yang ringan dan lucu, cocok untuk dinikmati saat siang hari bersama segelas teh dingin. Bercerita tentang persahaban lima dokter yang telah berteman dari jaman kuliah sampai sekarang menjadi dokter senior di rumah sakit besar di Korea. Konflik yang dialami tentu berbeda dengan konflik ‘settingan’ yang ada di series lain. Tentu saja semuanya adalah settingan, tapi setidaknya di sini Anda bisa menemukan konflik yang relateable dan cukup masuk akal dalam kehidupan manusia pada umumnya. Plot yang sederhana, dan perlahan mulai dibangun ke arah yang lebih rumit. Setidaknya sebagai teman makan siang, drama ini akan sangat cocok.

 

 Be with You (Korean Movie)

Berkisah tentang janji yang harus ditepati. Janji yang dibuat oleh seorang istri sebelum ia meninggalkan dunia dan pasangan hidupnya. Janji yang cukup mustahil, tapi ternyata mampu ia tepati walau sebenarnya ia sendiri tidak menyadarinya. Ia akan muncul setahun kemudian setelah kematiannya, di saat hujan turun. Saya sarankan untuk menyiapkan teh hangat dan tissue secukupnya saat menonton film ini, dan saat hujan turun jika memungkinkan. Tragis tapi dikemas dengan indah, membuat kita yang menonton seakan hanyut dalam nuansa bahagia namun sewaktu waktu dilempar kembali ke kenyataan. 

 

The 8-Year Engagement (Japanese Movie)

Seperti judulnya, film ini bercerita tentang sebuah pertunangan yang sayangnya harus ditunda delapan tahun lamanya. Kisah ini juga diangkat dari kisah nyata Mai Nakahara dan Nishizawa Hisashi tanpa kebohongan tambahan. Bayangkan saja pengorbanan seperti apa yang harus dilakukan demi mempertahankannya? Sesulit mempertahankan, kisah dibalik ‘mengapa' yang patut di perhatikan. Berawal dari cinta pada pandangan pertama, kedua sejoli ini menjalin kasih seperti pasangan lainnya. Namun dunia mereka harus remuk karena penyakit yang diderita oleh sang wanita. Semakin parah, sang pria harus menerima fakta bahwa wanita yang dicintainya mengalami koma. Selama tuan putri tertidur, sang pria berusaha mempertahankan hubungan mereka. Dimulai dari penolakan oleh orang tua sang wanita sampai mengorbankan pekerjaan. Waktu terus berjalan, delapan tahun lamanya akhirnya sang wanita kembali. Hanya saja waktu untuk dia seakan tidak bergeming, sementara waktu orang sekitarnya tetap berjalan. Bagaimana cinta bisa menemukan jalannya, dan akhirnya melihat akhir? Saya tidak berani memberi spoiler jadi silahkan Anda tonton dan saksikan sendiri.

 

The Liar and His Lover (Japanese Movie)

Sebuah karya Jepang yang menjadi favorit saya sendiri. Berkisah tentang seoranng pria yang merupakan komposer musik ternama namun di balik gelimang harta yang ia miliki, di saat yang sama ia juga tidak memilikinya. Walaupun ia hidup, tapi ada orang lain yang menjalankan hidupnya di depan layar. Di saat ia merasa terpuruk, ia bertemu seorang gadis berumur 16 tahun yang sedang bernyanyi di jalan. Dari sini cinta mulai mengambil peran. Keseharian yang ia lewati bersama pacar barunya memang lebih membahagiakan dari yang biasa ia jalani. Tapi, semuanya dipupuk oleh kebohongan. Kebohongan yang nantinya menjadi petaka, dan saat semua kebohongan itu hampir terbongkar, wanita yang ia cintai diberikan kesempatan untuk menjadi penyanyi di Jepang. Rumit, karena seperti yang kita tahu akan sulit bagi seorang musisi di Jepang jika terlibat skandal percintaan apalagi jika ia mengetahui rahasia yang disembunyikan darinya. Salah satu selling point dari film ini juga, aktor dan aktris yang berperan memiliki suara dan kemampuan bermusik yang baik sehingga kita bisa lebih menikmati film ini. 

 

Cukup sampai sini untuk episode pertama kita. Kurang? Tenang saja, In Love at Home is here to stay (setidaknya sampai semuanya tenang kembali). Nantikan tulisan baru selanjutnya, karena mengulang bukanlah jalan kami.