Have You Appreciate Love Enough to Deserve It?

Katanya cinta itu tulus. Namun apakah Anda layak menerimanya?

Common Sense

Memasuki bulan Februari, beberapa dari Anda mungkin sudah menunggu satu hari yang menjadi hari kasih sayang sedunia. It’s definitely Valentine’s day. Hari merayakan cinta ini mungkin menjadi salah satu hari favorit bagi Anda yang sudah berpasangan, begitupun dengan saya. Anda dan saya mempunyai kebutuhan untuk merasa dicintai, dikagumi dan diingini, and it’s totally normal.

Merayakan hari bersejarah para lovers, mungkin biasanya mengarah kepada hal-hal romantis, dan ingin membuat orang merasa spesial. Tapi terkadang, sebagian dari kita melupakan esensi dari hari kasih sayang itu sendiri.

Seringkali, melakukan selebrasi cinta terlalu berfokus dengan hal-hal berbau elemen romantisme yang sudah diberikan menurut standar kata teman, komersil perusahaan, informasi media dan hal-hal lainnya. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut jika Anda ingin melakukannya.

Hanya saja, bukankah jauh lebih penting untuk mengekspresikan perasaan, kesan, dan pesan yang tulus serta sepenuh hati kepada orang yang Anda dan saya sayangi?

Biasanya, semakin lama usia dan perjalanan sebuah hubungan, semakin Anda menganggap remeh dan enteng aspek perasaan di dalamnya.

Kapan terakhir kali ungkapan rasa syukur dan apresiasi itu muncul saat Anda menjalani kebersamaan?

Apakah Anda masih sering mengucap syukur atas kenyamanan yang Ia berikan?

Apakah Anda masih dapat terkagum-kagum dengan suara lembutnya yang membuat hati Anda riang?

Apakah Anda masih sering menenggelami diri untuk mengingat setiap kebaikan, hal-hal kecil yang Ia lakukan tanpa Anda minta?

Apakah Anda masih berusaha aktif untuk mencari tahu keinginan dan hal-hal baru tentang dia?

Ungkapan sebuah perasaan, jika disampaikan oleh seseorang yang disayangi, akan menyentuh perasaannya jauh lebih dalam dibandingkan dengan aksi-aksi spesial yang sudah biasa dilakukan.

Aksi-aksi seperti memberikan kado, bunga, makan malam romantis itu dapat dibeli dan dilakukan kapan saja. Tetapi, ekspresi dan ungkapan hati tulus kasih sayang seseorang merupakan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang bahkan dengan emas dan perak sekalipun.

Jika cinta itu tulus, tanpa pamrih, tidak egois, bukankah menjadi tugas Anda dan saya untuk rajin menghargai dan mengapresiasi apa yang sudah mereka berikan sebelum mereka menarik semua pemberian itu karena merasa diabaikan dan tidak dihargai?

Bulan ini adalah momen yang tepat untuk menelanjangi diri, menggali kembali gairah, rasa suka, kagum, cinta akan orang-orang yang Anda dan saya kasihi. Dengan demikian, Anda dan saya dapat membangkitkan kembali rasa jatuh cinta itu lagi, lagi dan lagi.