Mengapa setiap industri pekerjaan mempengaruhi pola pikir, pola bergaul, pola komunikasi dan hal-hal lainnya? Padahal bila dipikirkan lebih dalam lagi sebenarnya semua pekerjaan tidak ada bedanya. Sama-sama berakhiran pada keuntungan bisnis, bagaimana sebuah perusahaan itu dapat berputar dan meraih keuntungan.
Selama belasan tahun saya bekerja di media dan berhubungan dengan klien, hampir semua bekerja pada ritme dan sistem yang sama. Mengejar deadline, dan pola komunikasi yang sistematis. Namun kendati demikian, nyatanya tidak semua pekerja di industri media ataupun retail gaya hidup, memiliki etika kerja yang sama.
Entah cara pikir generasi yang berbeda, ataupun dikarenakan sistem pengajaran dari lingkungan rumah yang berbeda, menyebabkan etika kerja beraneka ragam untuk dipahami. Suatu contoh bagaimana umumnya suatu pembicaraan dalam WhatsApp yang biasanya bersifat lebih mengalir, santai dan responsif. Kini justru dibuat dengan sistem ‘ghosting’ atau menggantung. Seringkali saya mendapati lawan bicara yang seketika hilang tanpa ada closure. Sementara keputusan dari suatu percakapan sangat sulit untuk didapat.
Melihat problema ini terkadang saya merasa kurang paham, ketika profesionalisme diselimuti dengan suasana hati. Sementara disisi lain partner kerja harus dealing dengan atasan dan deadline yang tidak ada ampun.
Suatu saat saya pernah dihadapi dengan klien yang ghosting, padahal konteksnya adalah untuk mendapatkan approval dari suatu konten video media sosial berbayar. Tujuan saya mengejar approval adalah untuk kepentingan mereka, dikarenakan materi konten tersebut adalah campaign dari lini yang mereka punya. Tetapi kenapa jadi seperti saya sedang menagih hutang? Ribuan WhatsApp dengan strategi bahasa yang halus namun penuh tekanan sudah dilancarkan, namun tetap saja usaha tersebut dianggap bagaikan angin lalu. Tanpa balasan dan ucapan apapun.
Maka disini yang salah siapa? Apakah mereka yang terlalu sibuk, atau saya yang terlalu pushy? Sehingga seringkali saya berakhir dengan kedongkolan. Sebenarnya pola komunikasi seperti apa yang saat ini sedang tren di ranah profesional? Jika ghostin menjadi pola komunikasi kekinian, mungkin sebaiknya jangan membicarakan pekerjaan melalui WhatsApp, mungkin ada baiknya mengirim pesan melalui burung merpati pembawa surat seperti jaman dulu.
Foto: Sander - Pexels.com