Enjoying Italian Cuisine at Home with Oma Elly Kitchen

Menikmati santapan khas Italia dari Oma Elly Kitchen di rumah!

Saya tengah melakukan jalan sore mengelilingi komplek perumahan ketika menemui seorang kurir berdiri tepat di depan kediaman saya dengan tumpukan kotak berwarna cokelat. Ketika saya mengatakan "tumpukan", saya sungguh bermaksud demikian. There were six boxes from Oma Elly Kitchen! Dua rekan saya yang sudah mencicipi hidangan milik dapur Oma Elly ini sudah terlalu sering heboh membicarakan sehingga saya pun dibuat penasaran. And, I guess they are not exaggerating. 

Caption

Mulai dari hidangan pembuka hingga hidangan penutup menghiasi meja makan di rumah. From pumpkin soup to coffee gelato. In between? Biarkan saya bercerita satu per satu. Hidangan yang diawali dengan pumpkin soup dan tiga potong roti dengan harum truffle yang kuat sudah mengacaukan pikiran saya. "Thank God I just burned some calories", I thought so. Teksturnya yang tidak terlalu creamy membuatnya pas untuk dijadikan sebagai pembuka. Bisa dibilang terlalu manis untuk preferensi saya pribadi, namun masih dapat saya nikmati.

Beef ravioli with truffle cream sauce (Foto: Dok. Meta Limesa)
Margherita pizza (Foto: Dok. Meta Limesa)
Chicken cacciatore with pomme puree (Foto: Dok. Meta Limesa)

Masuk ke hidangan pasta dan pizza. Apalah arti jamuan khas Italia tanpa dua hal ini? Entah jodoh atau apa, Oma Elly Kitchen dengan hebat mengirimkan beef ravioli with truffle cream sauce. Jenis hidangan pasta kesukaan saya. And, again, the truffle smell really blew my mind. Seperti seorang kekasih yang pengertian, Oma Elly juga menyediakan extra sauce sebagai pendamping. Untuk pizza, saya yang biasanya tidak menyukai hidangan dengan dominasi tomat pun menyadari bahwa sungguh tidak ada yang salah jika dikemas oleh Oma Elly dalam bentuk margherita pizza. Menu utama berupa chicken cacciatore, yaitu potongan daging ayam yang lembut, dilumuri saus tomat dan disertai pomme puree (kentang) pun terasa pas di lidah saya. Kini saya mengerti apa tujuan tomat di dalam kebanyakan hidangan Italia. Karena jika semuanya creamy dan milky seperti preferensi saya, maka akan terasa terlalu berat. So, it is indeed refreshing!

Coffee gelato (Foto: Dok. Meta Limesa)

Dan, tiba di kotak terakhir. Tentu Anda bisa menebak. Oh, maaf, bukan tiramisu seperti bayangan Anda. Tidak serupa, namun hampir serasa, kok! It is coffee gelato! Which is the perfect way to end this eating experience. Terasa pahit dan manis secara bersamaan dengan tekstur yang terbilang ringan sehingga mampu menutup keseluruhannya dengan pas. Oh, atau mungkin justru dijadikan sebagai pembuka puasa. Now, you decide!