Art Moments Jakarta Gelar Pameran Seni Hybrid Pertama di Indonesia

Sejak pandemi berlangsung, beberapa acara terpaksa harus ditunda, termasuk pagelaran karya seni. Hal ini tentu membuat para pecinta dan kolektor seni kecewa. Menanggapi hal tersebut, Art Moments Jakarta, sebuah wadah bagi galeri seni lokal dan internasional untuk membangun jaringan, mengedukasi, dan mengambil peran aktif dalam industri seni dan kreatif Indonesia, menggelar Art Moments Jakarta Online (AMJO)pameran seni hybrid pertama di Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 1 hingga 30 Juni 2021. Art Moments Jakarta Online (AMJO) diadakan secara serentak dengan tiga pameran offline di galeri seni ternama di Jakarta seperti Art: 1 yang berlokasi di Kemayoran, Jakarta, Chan+Hori Contemporary, dan Lawangwangi Creative Space. 

'Para KOL, Curator dan Featured Artist memeriahkan acara Press Conference Art Moments Jakarta' (Foto: Dok.Art Moments Jakarta)
'Art Perspective, "Homenatge a Joan Prats,1971", Lithograph on paper, 78x103 cm karya Joan Miro' (Foto: Dok.Art Moments Jakarta)

Galeri Art:1 menampilkan koleksi yang dipilih oleh kurator profesional, serta program pameran yang berfokus pada seniman muda terpilih. Art:1 mempresentasikan karya seniman lokal milik Yawara Oky Rahmawati yang bertemakan cerita tentang gambar anak dan ingatan manusia dewasa. Yawara menggunakan metode apropriasi untuk meminjam cara kerja serta visual gambar anak untuk dimaknai ulang dengan permasalahan hari ini.


“Selama pandemi, kami mencari jalan di mana pelanggan dan mitra kami tetap dapat berinteraksi. Platform virtual menjadi jawaban untuk mengakomodir keperluan tersebut: untuk menjembatani pemilik galeri dan pecinta seni serta secara aktif mempromosikan seniman Indonesia beserta karya seninya...”
- Leo Silitonga, Founder and Art Director of Art Moments Jakarta
 

Chan+Hori Contemporary, spesialis kuratorial seni kontemporer dari Singapura merepresentasikan karya seniman asal Negeri SInga, Jay Ho. Karya seni Jay Ho mengemukakan eksplorasi ruang, warna, dan cahaya untuk mengkomunikasikan suatu hasrat, menemukan jawaban untuk suatu pertanyaan yang dapat dijawab melalui eksplorasi pribadi ke dalam diri masing-masing audiensnya. 

'CG Art Space, "Hope#3_2021" karya Agus Saputra'  (Foto: Dok.Art Moments Jakarta)
'Masterpiece Art Center, "Pemandangan Di Pangalengan" 'karya Barli Sasmitawinata' (Foto: Dok.Art Moments Jakarta)

Lawangwangi Creative Space yang dinaungi oleh ArtSociates menampilkan karya dari seniman kenamaan Indonesia, Eddy Susanto yang berakar dari penelitian pada berbagai unsur sejarah dan identitas budaya Jawa. Terinspirasi dari berbagai epos Jawa, Eddy Susanto mengeksplorasi narasi sejarah dan pengembangan identitas dalam karya seninya. 

Tak mau ketinggalan, Mira Hoeng, seniman independen di balik Miwa Patterns turut berpartisipasi dalam AMJO. Mira Hoeng memulai kariernya sebagai assistant product development manager di The Walt Disney Company Southeast Asia. Lulusan LaSalle College of the Arts Singapore ini meninggalkan kariernya di corporate untuk merintis usahanya sendiri, MIWA Pattern. Mira Hoeng mengambil inspirasi dari berbagai perjalanan spiritual pribadinya. Ia terus berkarya dan mencurahkan segala pengalaman intrinsiknya di dalam setiap karya seni tekstilnya.

'Gajah Gallery, "Cosmic Dance - Metamorphosis 02", karya Koh Kai Ting (Foto: Dok.Art Moments Jakarta)
'Kaida Contemporary, "Intervening Distances 3", karya Mark Arcamo (Foto: Dok.Art Moments Jakarta)

Art Moments Jakarta juga mengikutsertakan Ruanth dan Cindy Thijssen, seorang influencer kecantikan dan lifestyle. Ruanth dan Cindy Thijssen akan mempresentasikan “53 never forgotten”, NFT-art yang merupakan sebuah penghormatan kepada 53 anggota awak dari KRI Nanggala yang telah meninggal saat menjalankan tugasnya. Hasil penjualan dari karya ini akan disumbangkan untuk ke-53 keluarga kru yang ditinggalkan.

Tidak berhenti sampai disitu saja, Art Moments Jakarta bekerjasama dengan Clamour, platform seni dan teknologi seni yang berfokus pada pasar Tiongkok dan Asia Tenggara, dalam menyelenggarakan Art Conversations yang akan membahas topik-topik yang berhubungan dengan Seni dan Kesehatan Mental, Seni dan Investasi dan juga topik Crypto Art yang menjadi topik hangat beberapa waktu belakangan. 

'Tonyraka Art Gallery, "The Flower of Life", karya Arahmaiani' (Foto: Dok.Art Moments Jakarta)
'ArtSociates, "Dataran Horisontal Bongkah-bongkah Emas", karya Ahmad Sadali' (Foto: Dok.Art Moments Jakarta)

Pameran seni hybrid ini didukung oleh Tezos, jaringan blockchain open-source terdesentralisasi yang dapat menjalankan transaksi peer-to-peer. Selain itu, Kementerian Indonesia Pariwisata dan Ekonomi Kreatif - Wonderful Indonesia, BCA, Balvenie, Bowo Logistik, dan Chiaro Bytes juga mendukung terlaksananya pameran hybrid pertama di Indonesia ini. 

Jika Anda ingin berpartisipasi dalam pameran hybrid ini, Anda dapat mengunjungi website resmi Art Moments Jakarta di www.artmomentsjakarta.com atau melalui aplikasi seluler Clamour.