Kurang dari dua bulan lagi kuartal empat akan berakhir. Maka artinya kita akan segera mengakhiri pertempuran dalam mengejar semua target yang telah kita rencanakan di awal tahun lalu. Tercapai atau tidak, semuanya bergantung dari kerja keras kita, setidaknya segala proses telah dilalui.
Menuju sebuah akhir dari perjalanan satu tahun, seringkali menimbulkan perasaan bangga akan keberhasilan diri dalam menghadapi rintangan di tahun ini. Bukan hanya dapat menuntaskan semua pekerjaan, tetapi perasaan puas bahwa dapat memberikan warna dalam kehidupan di 365 hari. Disisi lain tentu rasa bahagia akan berjalan beriringan dengan perasaan cemas. Apakah keberuntungan di tahun ini akan tetap sama hingga tahun depan, atau justru tahun depan akan penuh kerikil tajam.
Terkadang bertanya dalam hati dan dalam pikiran. Apakah saya layak untuk beruntung seterusnya? Ataukah ini sebuah ujian agar kita tetap rendah diri dan tidak lupa untuk berbagi. Sisa 57 hari untuk merampungkan target yang masih tersisa, entah itu pekerjaan, atau apapun.
Sesungguhnya apa yang membuat kita harus berpacu dengan 365 hari tersebut, toh setiap hari kita memang sudah tersistem untuk melakukan hal sama. Yang membedakan hanya angkanya saja, oleh dari itu menurut saya jadikan setiap hari itu sebagai hari dengan semangat yang sama, sehingga itu akan menjadi motor kita untuk terus berupaya menjalankan segala sesuatu dengan maksimal. Bukan dikarenakan sebentar lagi akhir tahun, maka harus menurunkan kecepatan berlari. Karena setiap hari adalah hari yang sama, yang membedakan adalah nama bulannya saja. Yang artinya tidak ada penurunan semangat dalam apapun itu.
Jika awal tahun selalu disebut sebagai semangat baru, maka bagaimana jika semangat baru itu selalu ada di setiap hari. Anggap setiap hari adalah tanggal 1 Januari, sehingga mind set pun mengikuti. Setiap hari punya titik reset-nya sendiri maka dengan sendirinya semuanya akan terasa baru, sama halnya seperti kita tidur di malam hari untuk me-reset tubuh kita. Sehingga besok pagi akan kembali dengan setting yang baru. Maka untuk apa menunggu akhir tahun untuk reset, toh sebetulnya setiap hari kita bisa melakukan itu. Setiap hari adalah hari baru, setiap hari perlu semangat baru.
Foto: EnsearchofYou – Pexels.com