Why Ordinary If You Can Be Extra?

Saya selalu terkesima dengan kebaikan seseorang. Kindness is free, so why don’t we spread it everywhere? Namun, malang, nampaknya akhir-akhir ini manusia cenderung lebih memikirkan diri sendiri ketimbang harus repot memikirkan yang lain. Lucky me, or us, we have several example right here.

Andien Aisyah (Foto: Dok. Andien Management)

Saya selalu mengagumi sosok Andien Aisyah. Dirinya tampak begitu sempurna, baik secara fisik maupun karakter. Ya, memang saya tidak pernah berhubungan langsung dengannya, memang hanya lewat layar saja. Namun, entah mengapa, dirinya mampu memancarkan ketulusan yang begitu mendalam. Andien mampu menebarkan benih-benih positif dalam setiap aspek kehidupannya. Isn’t it a rare thing to find?

Karya dari seorang Andien juga patut diberi apresiasi lebih. Tidak hanya karena lantunan nada yang indah, namun juga pesan yang ia coba untuk sampaikan. Kali ini, melalui single yang bertajuk “Warna-Warna”, Andien mencoba untuk menyampaikan pesan mengenai perspektif. Terinspirasi dari lagu kanak-kanak “Pelangi”, Andien menyadari perbedaan perspektif yang ia miliki ketika ia masih kanak-kanak dibandingkan dengan dirinya saat ini tentang pelangi.

(Foto: Dok. Andien Management)

Entah apa yang direncanakan oleh Yang Maha Kuasa, suatu hari Andien bertemu dengan seseorang dari Art Therapy Center Widyatama (ATC Widyatama), yang memberikannya sebuah cd album. Mencari tahu lebih lanjut tentang organisasi ini, Andien begitu terenyuh mengetahui bahwa album tersebut merupakan karya dari anak-anak berkebutuhan khusus. Seketika Andien menyadari bagaimana lagu yang baru saja diciptakannya pun turut menggambarkan perasaan dari anak-anak tersebut. Ya, mereka memiliki perspektif yang berbeda.

(Foto: Dok. Andien Management)

Beberapa badan usaha turut terlibat dalam kolaborasi ini. Dia.Lo.Gue Art Space menjadi tempat yang tepat untuk memamerkan hasil karya dari anak-anak ATC Widyatama mulai tanggal 29 Agustus hingga 9 September 2018 dan
terbuka untuk umum mulai jam 10.00 sampai 18.00 WIB. Pameran ini juga dipercantik oleh tangan Bitte Studio dan Larch Studio. Di sisi lain, Lenovo turut berkontribusi dengan menyumbangkan 3 unit laptop yang cover-nya akan didesain langsung oleh anak-anak ATC Widyatama, yang hasilnya akan dilelang untuk disumbangkan sepenuhnya kepada organisasi tersebut. Bukalapak juga menjadi wadah untuk menjual berbagai bentuk merchandise yang memiliki unsur seni dari karya anak-anak ATC Widyatama, seperti mini notebook dan tote bag.

Melihat kolaborasi ini, saya meyakini, masih banyak orang baik di luar sana. Saya pribadi yakin, bukan sekedar kiasan anak-anak ini disebut spesial. Mereka memang di luar kata normal. Mengutip dari ungkapan kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, yang turut hadir di acara peluncuran, ‘normal is boring’. And, I guess, I have to agree this time. Normal is too ordinary, normal is boring.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON