What’s Happening in Museum MACAN For You To See?

Museum MACAN, bukan nama yang asing ditelinga para penikmat seni. Sejak dibuka, Museum ini merupakan institusi pertama di Indonesia yang memberikan akses publik terhadap koleksi seni modern dan kontemporer yang signifikan. Sebelumnya setelah sukses dengan pameran dari Yayoi Kusama: Life is the Heart of the Rainbow, kini Museum MACAN kembali menyajikan tiga pertunjukan solo oleh tiga seniman konseptual Asia yang mencakup lukisan, instalasi interaktif, dan pertunjukan.

Dimulai dari 17 November 2018 mendatang hingga 10 Maret 2019, ketiga seniman tersebut akan menawarkan wawasan ke dalam karya seni kontemporer dan konseptual.

Arahmaiani (Foto: Dok Museum MACAN)

Arahmaiani senimain Indonesia yang lahir di Bandung, melalui karyanya The past has not passed (Masa Lalu Belumlah Berlalu) akan menampilkan karya-karyanya dari tahun 1980 hingga sekarang. Lebih dari 70 karya akan dipertunjukan termasuk lukisan, instalasi dan peragaan ikonik. Karyanya terkenal karena sering menggabungkan seni dan aktivisme sosial dengan fokus pada isu-isu seperti keragaman budaya, pluralisme, konsumerisme, spiritualisme dan lingkungan.

Guernica in Sand (Foto: Dok Anita Kan)

Seven Stories karya seniman Taiwan-Amerika Lee Mingwei akan menampilkan tujuh proyek yang berbeda. Karyanya dapat memunculkan pengalaman yang mendalam melalui aktivitas-aktivitas seperti makan atau tidur. Guernica in Sand, instalasi skala besar berdasarkan lukisan Picasso Guernica (1937) dan terbuat dari pasir berwarna lokal, akan menjadi salah satu highlights dari pameran ini. Dibangun dengan tim sukarelawan selama tiga minggu, karya akan berubah menjadi titik tengah dalam pameran ketika penonton diundang untuk berjalan di atas pasir. Saat matahari terbenam Lee dan tiga pemain akan menyapu pasir, dan proyek akan ditinggalkan dalam kondisi ini sampai akhir pameran.

One Million Years (Foto: Dok Museum MACAN)

Seniman dari Jepang, On Kawara akan mempertunjukan pembacaan One Million Years dan pertama kalinya disajikan di Indonesia. Pada pamerannya relawan laki-laki dan perempuan akan secara bergantian membaca tanggal dari pengeras suara Kawara yang terdiri dari satu juta tahun yang lalu dari 998031 sebelum masehi hingga satu juta tahun kedepan, 1001997 yang akan datang. Pembacaan audio pertama dari One Million Years berlokasi di Dia Center Newyork 1993 dan telah dipertunjukan di berbagai tempat termasuk documenta 11 (Kassel, Jerman) dan Trafalgar Square (London, Inggris). Pembacaan di Museum MACAN akan dilakukan setiap hari selasa, kamis, dan Sabtu selama periode pameran dimulai pada 17 November mendatang.

Jangan lupa untuk berkunjung, ya!!!

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON