We Want You To Know About Yang Yongliang & His Journey To The Dark

“Other Shore” by Yang Yongliang, 2016 (Foto: sullivantstrumpf.com)

Galeri Sullivan+Strumpf mempersembahkan sebuah pameran solo dari seniman kontemporer asal Tiongkok, Yang Yongliang, di S+S Sydney, Australia, dari tanggal 12 hingga 26 Mei mendatang.

Selain di Sydney, karya-karya Yongliang juga akan dipamerkan secara bersamaan di dua pameran lainnya, yaitu “Streams and Mountains without End” yang berlokasi di The Metropolitan Museum of Art, New York hingga tanggal 12 Agustus 2018 mendatang, dan pameran “2050, A Brief History of the Future” yang berlokasi di National Taiwan Museum of Fine Arts hingga 3 Juni 2018.

“Old Pine” by Yang Yongliang, 2016 (Foto: sullivantstrumpf.com)

Dengan gaya monokrom, Yang Yongliang memadukan seni tradisional khas Tiongkok dan dan gaya hidup masyarakat urban yang kompleks. Lahir di Shanghai, tempat yang sama di mana ia tinggal dan bekerja, Yongliang memfokuskan diri pada seni fotografi dan media baru, seperti Virtual Reality (VR) dan multi-channel video.

“Lone House” by Yang Yongliang, 2016 (Foto: sullivantstrumpf.com)

Karya-karya Yang Yongliang telah banyak dipamerakan di berbagai museum internasional, seperti Metropolitan Museum of Art, New York; Museum of Fine Arts Boston, San Francisco; Asian Art Museum, San Francisco; British Museum, London; Brooklyn Museum, New York; juga the How Art Museum, Shanghai.

“The Rock” by Yang Yongliang, 2016 (Foto: sullivantstrumpf.com)
“Eternal Landscape” by Yang Yongliang, 2017 (Foto: sullivantstrumpf.com)

Yongliang juga akan diikutsetakan dalam pameran yang diadakan di Dunedin Public Art Gallery, Selandia Baru, pada Desember 2018 mendatang.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON