Visible Form of Feelings: A Duet Exhibition

Beruntung bagi Anda yang sempat mampir ke Galeri Nasional di bilangan Jakarta Pusat beberapa pekan lalu, ketika pameran seni karya pasangan suami-istri yang aktif dalam berkarya, Agung Fitriana dan Windi Apriani dipertunjukkan. Bagi Anda yang belum sempat hadir, saya akan ceritakan keindahan memukau yang saya sendiri alami.

Windi Apriani (kiri) dan Agung Fitriana (kanan) (Foto: Dok. Andreas Winfrey)

Pameran tersebut menampilkan karya-karya yang mampu menyihir siapapun yang meresapinya. Jujur, saya sendiri bukanlah penggemar seni, bahkan jika dapat dikatakan, saya termasuk orang yang amatir di bidang seni. Namun, percayalah, mata saya sendiri sulit untuk mempercayai keindahan yang terpampang merupakan karya yang dihasilkan langsung oleh lihainya jemari seniman.

Ketika memasuki ruangan, saya tidak merasakan kesan apapun terlebih lagi seluruhnya adalah lukisan. “Ah, di mana spot fotonya?” pikir saya. Namun, setelah berputar-putar, ternyata beberapa kali saya mendapati diri sendiri ini mematung di hadapan beberapa karya yang membuat saya sangat terpesona, merasa seakan-akan berada di dalamnya. Saya pun tersadar; Oh, jadi ini yang namanya ‘menikmati’ seni.

Lukisan Karya Agung Fitriana (Foto: Dok. Artovale)

Dalam pameran bertajuk Visible Form of Feelings ini, Anda mungkin tidak akan percaya bahwa lukisan dengan ukuran yang tidak kecil seluruhnya dibuat hanya dari arsiran pulpen saja. Juga, Anda mungkin tidak akan menyadari beberapa makna di balik lukisan jika tidak Anda lihat lebih dalam lagi.

Bukan berarti memiliki karya yang sama, karya yang dihasilkan pasangan ini merupakan dua hal yang kontras. Sementara Windi menjelaskan karyanya melalui kekuatan obyek dan efek gestural, Agung menyampaikanya melalui permainan jarak dan efek lapisan. Karya Windi dan Agung menunjukkan bagaimana ketidaksamaan justru hadir dalam kaitan yang saling menghubungkan.

Lukisan Karya Windi Apriani (Foto: Dok. Artovale)

Meskipun pameran sudah berakhir, jangan khawatir! Simak tanya jawab bersama kedua seniman dengan lengkap yang dapat Anda baca di CLARA Chapter III – JOY, di toko buku favorit Anda. Penasaran bukan, berapa banyak pulpen yang dihabiskan untuk membuat satu lukisan?

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON