Turns Out, According To This Research, We Are Not That Stressed Out

Man struggles against depression (Foto: Tpgimages.com)

Cigna, perusahaan penyedia solusi keuangan yang bergerak di bidang asuransi kesehatan, kembali melakukan riset tahunan. Tahun 2018 ini menjadi tahun keempat, dan sekali lagi bahasan yang diangkat mengenai persepsi dan kekhawatiran kesejahteraan masyarakat di lima aspek utama kesejahteraan, yaitu fisik, keluarga, sosial, keuangan, dan kerja. Survei tahun ini diikuti oleh responden dari 23 negara dan wilayah di dunia.

Sebagai seseorang yang gemar mengamati hasil riset, saya mendapati hasil riset yang dilakukan Cigna ini cukup menarik perhatian. Berikut ini beberapa di antaranya. Setelah membaca, di akhir artikel ini, Anda dapat mengikuti polling, “Setujukah Anda?”.

1. Meski saya kerap menganggap kemacetan Ibukota dan kerasnya persaingan kerja di Indonesia begitu menguras mental, ternyata berdasarkan hasil riset Cigna yang disampaikan pada siaran persnya menyatakan bahwa tingkat stres masyarakat Indonesia berada pada level terendah secara global (dari seluruh negara yang disurvei). Menurut sebagian besar responden yang merasa stres, mereka dapat mencurahkan keluhan kepada teman atau keluarga.

2. Masyarakat Indonesia merasa siap secara finansial untuk masa depan (pensiun). Mungkin saya seorang millenials yang merasa belum cukup mapan dari sisi penghasilan untuk merasa tenang akan kesejahteraan masa depan. Tapi nyatanya, hasil riset menyatakan kebalikannya. Hebat!

3. Penurunan yang paling signifikan ada pada Indikator Sosial. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh kurangnya waktu untuk rekreasi dan menghabiskan waktu bersama teman. Turunnya skor Indikator Sosial ini (dari tahun sebelumnya) menunjukkan semakin banyak masyarakat Indonesia yang merasa tidak dapat menghabiskan waktu yang cukup bersama teman atau melakukan hobi karena mereka terlalu sibuk untuk menjalankan rutinitas sehari-hari.

4. Yang satu ini, saya setuju. Mayoritas masyarakat Indonesia menaruh kepercayaan tinggi terhadap pendapat keluarga mengenai perencanaan keuangan. Sebanyak 70% responden mengatakan mereka mencari nasihat dan pendapat mengenai kesejahteraan hidup dari pasangan, sementara sisanya mencari nasihat dari orang tua.

5. Masyarakat Indonesia lebih memilih untuk mendapatkan layanan kesehatan dari pemerintah, karena tingginya biaya layanan kesehatan swasta. Berdasarkan pendapat saya pribadi, memang biaya rumah sakit sangatlah mahal. Beberapa waktu lalu ketika sempat jatuh sakit dan dirawat beberapa hari di Rumah Sakit, saya sungguh khawatir bagaimana cara membayar tagihannya. Syukurlah dapat ditanggung oleh asuransi kesehatan.

6. Skor kesejahteraan Indonesia mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun lalu, yakni dari 62.8 menjadi 61.0 poin. Skor Indonesia berimbang dengan negara- negara Eropa, seperti Perancis dan Spanyol, dan sedikit di atas negara tetangga, Singapura.

Bagaimana? Apakah Anda salah satu yang setuju dengan hasil riset dari Cigna di atas? Let us know!

Setujukah Anda?

View Results

Loading ... Loading ...
No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON