Traditionally Modern

Traditionally Modern
View Gallery
26 Photos
Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Traditionally Modern

Setelah melakukan penerbangan selama enam jam dari Kuala Lumpur International Airport, saya akhirnya menapakkan kaki untuk pertama kali di Kansai International Airport, Osaka, tepat pukul 23.30 waktu setempat. Keramahan, etos kerja yang tinggi, serta ketertiban orang Jepang langsung menyapa saya sesaat setelah mendarat. Tak berlama-lama, saya pun langsung melanjutkan perjalanan menuju hotel di wilayah Kansai.

Keesokan harinya rasa semangat begitu menggebu untuk mengeksplorasi kota terbesar kedua di Jepang setelah Tokyo tersebut. Perjalanan saya dimulai dengan mengunjungi Rinku Pleasure Town Seacle, di Kansai. Sebuah komplek perbelanjaan besar yang didesain nyaman, baik untuk orang dewasa, maupun anak-anak. Di sini banyak terdapat atraksi menarik untuk anak-anak, seperti taman bermain interaktif, Wan Run Hiroba (tempat bermain anak dan anjingnya), serta salah satu ferris wheel terbesar di Kansai. Setelah menyeberangi jembatan yang berada di tengahnya, saya kemudian disambut oleh Rinku Premium Outlet, surga bagi Anda yang ingin berbelanja berbagai brand terkemuka dengan harga yang lebih bersahabat, terutama bagi kocek wisatawan backpacker macam saya.

Puas mengincar barang-barang yang sesuai dengan keinginan dan tentunya budget, tujuan saya selanjutnya adalah Osaka Castle atau Osaka-jo di distrik Chuo-ku. Di sini saya merasakan sentuhan tradisional di kota yang sangat terlihat modern ini, misalnya saja istana yang dibangun pada 1583, yakni salah satu bangunan megah peninggalan budaya yang dilindungi oleh pemerintah Jepang. Setelah ratusan anak tangga, akhirnya saya sampai di menaranya. Dari ketinggian sekitar 58 m, saya bisa melihat pemandangan kota Osaka yang dipenuhi bangunan pencakar langit. Rasa lelah pun terbayar dengan pemandangan metropolitan dari sebuah bangunan tradisional.

Destinasi selanjutnya adalah Dotonbori, pusat gastronomi, perbelanjaan, dan hiburan di sisi selatan kanal Dotonbori. Wilayah ini menjadi simbol kota Osaka yang wajib dikunjungi wisatawan. Di satu ruas jalan antara jembatan Dotonbori dan jembatan Nipponbashi, terdapat berbagai macam rumah makan dan fasilitas hiburan. Papan reklame Kani Douraku yang berbentuk kepiting, lampion fugu rumah makan Zuboraya, dan neon Glico-man menjadi tiga tujuan utama latar belakang foto para wisatawan.

Selain mengunjungi beberapa landmark, ketika mengunjungi Osaka, Anda dapat menikmati beragam kuliner Jepang. Di antara yang ada, saya mencicipi okonomiyaki –tepung terigu yang diencerkan dengan air atau dashi, ditambah kol, telur ayam, gurita, dan digoreng di atas penggorengan datar (teppan), takoyaki– berbentuk bola-bola kecil yang dibuat dari adonan tepung terigu diisi potongan gurita di dalamnya, dan tidak ketinggalan, mi khas Jepang, udon.

Berjalan ke arah utara dari Dotonbori, saya tiba di Shinsaibashi, area utama pusat perbelanjaan di Osaka. Di kawasan ini juga terdapat Amerika-mura, pusat perbelanjaan merek-merek Amerika dan juga merupakan tempat anak-anak muda Osaka berkumpul.

Sebagai pecinta taman hiburan, di hari berikutnya saya bertekad menghabiskan hari sambil mengunjungi Universal Studios Japan, yang berada di kawasan Konohana-ku. Bagai anak kecil, saya begitu antusias ketika melangkahkan kaki melewati gerbang utamanya. Salah satu incaran saya adalah menikmati wahana The Wizarding World of Harry Potter, yang hanya ada di tiga Universal Studios; Hollywood, Orlando, dan Osaka.

Di wahana yang baru dibuka pada Juli 2014 kemarin ini berdiri replika-replika set dari film Harry Potter, seperti sekolah Hogwarts, Hogsmeade, Hogwarts Express, Diagon Alley, dan masih banyak lagi. Uniknya merchandise-merchandise khas Harry Potter, seperti tongkat sihir dan tiket Hogwart Express, bisa didapat di toko-toko yang ada di kawasan Diagon Alley, seperti di dalam filmnya.

Cuaca panas dan lembab di bulan Agustus tidak menyurutkan niat saya untuk menjelajah Jepang. Tapi petualangan saya belum usai, masih ada Tokyo dan Nara yang terus menyapa untuk dikunjungi. Sayonara!

Teks & Foto: Gita Paramita

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON