Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir, Thank You for Always Be A Champion!

Kemarin (26/08), saya menyempatkan diri hadir lebih awal ke Asian Games 2018 untuk mendukung atlet Indonesia di beberapa cabang olahraga yang tengah mempertaruhkan nama bangsa. Setelah mengunjungi teman-teman atlet Baseball putra melawan Hongkong, saya bergegas menuju Istora Senayan untuk melihat pertandingan Badminton.

Jonatan Christie, Anthony Ginting, Fajar Alfian/Rian Ardianto dan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon berhasil untuk mengamankan tempat masing-masing di laga Semi Final. Setelah ini adalah saatnya melihat secara langsung permainan sang legenda, pikir saya.

Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir (Foto: Dok. INASGOC)

And here the games begin! Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir adalah salah satu pasangan ganda campuran Indonesia yang selalu dielu-elukan. Bagaimana tidak? Berbagai kejuaraan telah mereka hampiri; All England, World Championship, sebut saja. Bukan hanya pulang dengan tangan kosong, mereka selalu kembali ke tanah air dengan sebuah prestasi baru.

Satu prestasi yang paling saya ingat ialah ketika di tahun 2016 silam, tepat di hari kemerdekaan Indonesia yang ke-71, mereka berhasil mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Rio da Janeiro, Brazil. They gave the best gift to our nations. Saat itu, mereka memenangkan medali emas di Olimpiade, mengalahkan pasangan ganda campuran terbaik pilihan negara di seluruh dunia. Maka tak heran ‘kan ketika saya dengan bangga menyebut mereka sebagai legenda badminton Indonesia?

Dalam laga Semi Final di Asian Games 2018 kemarin, keduanya berhadapan dengan pasangan ganda campuran dari China, Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Sungguh pertandingan yang menarik bukan? Pasangan dari China ini jugalah yang berhasil menggeser kedudukan pasangan ganda campuran yang akrab disapa Owi dan Butet, di singgasana mereka. If you’re wondering, their current rank is 3.

Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir (Foto: Dok. INASGOC)

Sedari awal, saya sangat berharap mereka dapat memenangkan pertandingan. Melawan pasangan dari China tersebut, mereka terlihat sedikit kewalahan hingga pada akhirnya harus kalah di gim pertama dengan skor 13-21. Ya, saya tahu, skor tersebut memang jauh dari harapan saya dan para penonton di Istora Senayan. Apalagi, saat Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, mereka harus menerima kekalahan dari pasangan Zheng Siwei/Huang Yaqiong dan puas dengan medali perak. Apakah harus kembali terulang pada kejuaraan kali ini?

Mereka tak tinggal diam, kok! Owi dan Butet bangkit dari kekalahan dan terus mengejar poin di gim ke dua. Seruan penonton “Owi, Butet!” semakin keras berkumandang ketika keduanya bertarung di lapangan. Kami, saya dan para penonton, turut berusaha membangkitkan semangat keduanya untuk keluar dari tekanan lawan. Namun mungkin inilah jalan yang harus di hadapi, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir kembali dikalahkan dengan skor 18-21. Melihat jagoan kami ditaklukkan, jujur, kami sedih. Namun kami yakin bahwa mereka berdua telah melakukan yang terbaik. Tepuk tangan tak henti-hentinya diberikan oleh penonton hingga pasangan tersebut keluar dari lapangan.

Huang Yaqiong dan Zheng Siwei (Foto: Dok. INASGOC)

Dalam wawancara singkat, mereka mengatakan bahwa kecewa dan kurang puas dengan permainan tersebut. Namun dalam sebuah permainan, kalah-menang adalah hal yang biasa dan mungkin ini saatnya mereka untuk kalah. Hal itu Butet katakan karena memang pasangan Huang Yaqiong/Zheng Siwei bermain dengan cukup baik, menekan sedari awal, serta dari sisi power dan speed mereka mengaku kalah. Butet juga berkata, Indonesia telah memberikan yang terbaik. Ia dan Tontowi telah bermain semaksimal mungkin agar mendapatkan tiket menuju laga final.

Satu hal yang membuat saya terenyuh adalah, tiba-tiba mereka meminta maaf karena tidak bisa menyumbangkan medali emas terakhir kali untuk Indonesia di ajang Asian Games 2018. Karena bagi Butet, ini adalah terakhir kalinya ia mengikuti pesta olahraga terbesar se-Asia. Meski sedih, medali perunggu yang keduanya terima, semoga saja dapat menghibur.

Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir (Foto: Dok. INASGOC)

Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir, Anda adalah pasangan ganda campuran andalan Indonesia. Terima kasih telah selalu memberikan yang terbaik selama Anda berdua berkarir. Terima kasih atas segala prestasi yang Anda berikan untuk mengharumkan nama Indonesia. Tak perlu khawatir akan cibiran orang yang bahkan tidak memberikan kontribusi untuk negara ini. Melalui prestasi yang telah Anda torehkan, Anda selalu menjadi yang nomor satu di hati kami, Indonesia.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON