The New Old

The New Old
View Gallery
16 Photos
The New Old

The New Old

The New Old

The New Old

The New Old

The New Old

The New Old

The New Old

The New Old

The New Old

The New Old

The New Old

The New Old

The New Old

The New Old

The New Old

Tertinggal, terabaikan, dan terlupakan. Mungkin itu yang dirasakan Torre del Bargo di tengah zaman yang terasa semakin asing.

Padahal, di awal kelahirannya, ia sangat dibutuhkan dan sosoknya selalu terdepan dalam melindungi banyak orang. Ia menjadi benteng yang kokoh dalam setiap pertahanan melawan musuh. Tetapi, seiring sejarah berjalan, ia mulai berubah menjadi sosok yang hanya dikenal berdasarkan cerita.

Seolah menangkap keresahan Torre del Bargo, Dewan Kota Villa d’Adda berinisiatif melahirkannya kembali. Selama beberapa de-ka-de terkucil di tengah kota, kini ia kembali menyapa warga kota bersejarah tersebut dan memperkenalkan dirinya sebagai Library of Villa d’Adda.

Restorasi dan Ekspansi

Torre del Borgo berdiri pada abad pertengahan sebagai sebuah menara pertahanan kota. Oleh sebab fungsinya yang sentral, bangunan ini menjadi salah satu yang paling terkenal dalam sejarah Bergamo, Italia. Sayangnya, karena tak difungsikan kembali sebagai tempat umum, bangunan ini pun semakin berkurang manfaatnya bagi masyarakat kota.

Namun, harapan baru muncul sejak tiga tahun silam. Proyek restorasi yang dijalankan oleh arsitek kenamaan negeri ini, Gianluca Gelmini, diharapkan membawa perubahan baik bagi bangunan ini maupun bagi masyarakat kota setempat.

Fungsi awal bangunan yang sangat berbeda dengan tujuan akhir proyek ini membuat arsitek merinci banyak perbaikan, perubahan, serta pengembangan dalam bangunan. Beberapa material ada yang sudah rapuh termakan usia. Beberapa elemen juga perlu ditambahkan guna memaksimalkan fungsi.

Dalam pengerjaannya, Gelmini berfokus pada dua tujuan utama: mencari solusi atas masalah degradasi tanah dan bangunan serta menawarkan reinterpretasi dalam aspek arsitektur dan fungsional bangunan. Kedua tujuan tersebut bukan hanya menitikberatkan pada kualitas bangunan tapi juga pada identitas diri bangunan itu sendiri.

Dalam pengamatannya, Gelmini mencatat beberapa elemen yang menjadi sasaran utama perbaikan. Ketidakstabilan struktur dinding dan lantai, kurangnya akses jalur penghubung antar ruang di dalam bangunan, serta minimnya celah masuknya cahaya menjadi poin-poin yang butuh perbaikan maksimal.

Untuk itu, dalam rancangan teranyar, Gelmini menyematkan beberapa jendela di sisi-sisi bangunan. Elemen tambahan ini cukup mengubah tampilan dan memaksimalkan fungsi bangunan. Bukaan dari jendela meluaskan pandangan ke area sekitar yang menyuguhkan pemandangan alam cantik khas Villa d’Adda.

Perubahan terbesar tampak pada konstruksi tangga serta jalan penghubung bangunan lama dan baru. Dengan menggunakan besi sebagai konstruksi dan sentuhan tembaga pada tampilan luarnya, saya rasa Gelmini cukup berani karena memilih material yang kontras dengan bangunan asli.

Selama tiga tahun pelaksanaan proyek, Gelmini tak hanya merenovasi bangunan yang sudah ada tapi juga menambah bangunan baru. Penggunaan material fasad yang berbeda cukup menegaskan batas bangunan lama dengan yang baru. Bangunan baru ini berfungsi sebagai area pintu masuk dan tangga bagi pengunjung.

Metamorfosis Torre del Bargo tentu melahirkan citra baru yang kini disandangnya. Jika dulu ia berdiri kokoh sebagai pelindung keselamatan kota, kini justru masyarakat kotalah yang harus melindungi bangunan ini dari ancaman zaman. Karena, pengalihfungsian bangunan bersejarah ini tentu bukan semata-mata masalah fungsional, tapi juga sebagai upaya dalam melestarikan sejarah.

Teks: Erin Widyo Putri, Foto: Dok. Torre del Bargo/Gianluca Gelmini

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON