The Hidden Serenity

The Hidden Serenity
View Gallery
14 Photos
The Hidden Serenity
Wakayama Castle

The Hidden Serenity
Wakayama Castle

The Hidden Serenity
Engetsu-to Island

The Hidden Serenity
Sandanbeki Rock Cliff

The Hidden Serenity
Hashigui-iwa Rocks

The Hidden Serenity
IMG_1132

The Hidden Serenity
Kumano Kodo

The Hidden Serenity
Kumano Nachi Taisha

The Hidden Serenity
Gomaki at Kumano Nachi Taisha

The Hidden Serenity
Kumano River

The Hidden Serenity
Kumano River

The Hidden Serenity
Tuna Cutting Show at Kuroshio Market

The Hidden Serenity
Sushi at Kuroshio Market

The Hidden Serenity
Robatayaki at Kuroshio Market

Mengapa Anda harus berpergian ketempat-tempat yang sudah sering kali didatangi oleh orang lain, sedangkan Anda memiliki keinginan untuk menemukan sebuah lokasi dengan keindahan alam yang belum di ekplorasi kebanyakan orang? Tokyo, Kyoto dan Osaka selalu menjadi destinasi utama saat berpergian ke Jepang, tetapi masih banyak keindahan Jepang yang belum tersentuh dan dikenali khalayak luas. Wakayama, daerah yang berjarak satu jam dari Osaka memberikan suasana yang berbeda dari kota-kota besar pada umumnya di Jepang. Wakayama menyediakan keindahan pantai di bagian barat dan keindahan pegunungan di bagian timur yang membuat Anda tak henti menikmati pemandangan alam di sepanjang wilayah Wakayama.

Lokasi Wakayama yang dikelilingi oleh laut dapat memberikan Anda tak hanya dapat menyantap hidangan laut yang fresh from the ocean tapi juga mendapatkan sebuah atraksi pemotongan tuna di Kuroshio Market. Menikmati beragam pemandangan laut mulai dari Engetsu Island hingga Sandanbeki Cave, Sandanbeki Cave dulu pernah menjadi sebuah tempat persembunyian dan pengintaian para bajak laut Kumano di masa lampau. At least they know they were hiding in such a beautiful and still a hidden place.

Setelah menikmati pemandangan laut, Wakayama menyajikan pemandangan indah dari berbagai pegunungan yang terdapat dalam prefaktur Wakayama. Daerah Nachisan yang terkenal dengan air terjun Nachi yang ditemani dengan tempat peribadahan agama Shinto dan Budha. Bangunan berwarna merah dari agama Shinto yang menunjukkan agar manusia selalu menghargai apa yang ia dapatkan masa kini dan Budha dengan mempertahankan warna bangunan sejak berdiri menunjukkan apresiasi agama Budha terhadap apa yang terjadi di masa lampau.

Wakayama yang sudah terlihat sepi saat jam delapan malam memberikan disonansi bagi kebanyakan individu yang terbiasa melihat keramaian kota. Mungkin hal tersebut yang membuat tak banyak orang mengenal Wakayama, pengalaman berbeda yang seharusnya menjadi hal yang umum di kehidupan sehari-hari. Menikmati waktu tenang. Setidaknya jika manusia yang tenggelam dalam kesibukan belum siap menikmati suasana damai kota Wakayama, Wakayama will always ready to unveil it’s beauty little secret.

Teks & Foto: Syazka Narindra

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Basically, there’s always time to stop and stare at the precious one.

FOLLOW US ON